June 7, 2012

5 Film Rom-Com Thailand Terbaik




Tidak bisa disanggah lagi dunia perfilman Thailand memang sedang maju-majunya. Action keren macam Ong Bak. Horror sinting macam Shutter, 4bia, Phobia 2. Namun beberapa tahun kebelakang Thailand mulai dipenuhi dengan Romantic-Comedy nya yang keren dan asyik. Berikut film Rom-Com Thailand Terbaik (lebih tepatnya favorit) versi Manusia Unta. Klik judul untuk membaca review panjangnya. :)

June 5, 2012

Chronicle (2012)


Apa rasanya jika menonton film yang sebelumnya tidak pernah kita pikir akan menarik hati kita, ternyata setelah menonton filmya jauh diatas ekspektasi kira pada awlanya. Ya rasanya senang dan puas. Setidaknya itulah yang saya rasakan setelah menonton  film yang saya review kali ini, Chronicle.

Chronicle berkisah tentang tiga remaja mahasiswa biasa, Andrew (Dane DeHuun), Steve (Michael B. Jordan) dan Matt (Alex Russel) yang pada suatu hari menemukan sebuah gua dan di dalam gua tersebut mereka mendapatkan kekuatan telekinesis, yaitu bisa mengendalikan benda. Mereka pun bersenang-senang dengan kekuatan tersebut dengan menjahili orang. Sampai suatu hari Andrew yang sedang amarah karena kehidupan dirumahnya yang berat, menggunakan kekuatannya dengan brutal sampai membuat kota menjadi kacau.

Seandainya tidak melihat trailer dan mengetahui plot ceritanya, jika melihat awal film ini dimulai mungkin anda berpikir bahwa film ini hanyalah sebuah film remaja yang di bully begitu saja. Tapi tunggu sampai anda tahu apa maksud sebenarnya dari film ini. Cerita tentang manusia berkekuatan super mungkin sudah sangat-sangat banyak anda temui diluar sana. Sebut saja Superman, Spider-Man, ataupun Batman. Tapi Chronicle berbeda, karena film ini dibalut dengan format mockumentary. Mockumentary? Konsep film yang serig anda temui di film horror seperti The Blair Witch Project, Paranormal Activity, Cloverfield, dan [REC]. Ya mocku sekarang sudah ada yang mulai non-horror, film komedi Borat dan tahun ini yang akan rilis Project X.

June 4, 2012

The Raid: Redemption (2012)


Setelah film Merantau tahun 2009 silam, Gareth Evans yang berhasil mengangkat industri perfilman Indonesia. Mengangkat seni beladiri pencak silat ke dalam film, tentu sebuah tindakan sangat berani. Dan sekarang tahun 2012 Indonesia kembali dibuatnya senang dengan The Raid: Redemption.

The Raid: Redemption menjadi buah bibir di dunia maupun lokal. Setelah film ini yang berhasil meraih penghargaan festival seperti Sundance, TIFF, SXSW dan MOMA ND/NF. Pada awalnya di Indonesia film ini dirilis di INAFFF 2011. Kemudian dirilis secara massal pada bulan Maret 2012.

Film ini berkisah tentang sekelompok pasukan yang dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim) beranggotakan segerombolan yang terlatih seperti Rama (Iko Uwais), Letnan Wahyu (Peter Gruno), Bowo (Tegar Satrya) yang ditugaskan untuk menyerbu apartemen berisi kumpulan kriminal kelas berat seperti Mad Dog (Yayan Ruhian) dan Andi (Donny Alamsyah). Dari lantai dasar sampai atas, levelnya semakin meningkat. Sampai akhirnya pada lantai paling atas mereka harus menghadapi bosnya yaitu Tama (Ray Sahetapy).

Dibuka dengan adegan Rama yang sedang sholat sebelum bertempur setelah itu tanpa basa-basi kita langsung dipaksa diajak The Raid untuk menyusuri apartemen suram tersebut. Mungkin anda tidak akan terlalu mempermasalahkan premisnya yang simpel itu. Seketika aksi baku hantam dan tembak-tembakkannya datang, mungkin anda sudah lupa dengan ceritanya. Koreografi pertarungan yang cantik, memukau dan memanjakan mata. Semua pertarungan yang menambah kenikmatan menonton film laga ada disini, mulai dari tangan kosong, jual beli peluru, senjata tajam, satu lawan satu, satu lawan banyak. Jujur, The Raid adalah film laga dengan koreografi terbaik yang pernah saya tonton sampai saya menulis review ini.

June 3, 2012

The Avengers (2012)



23 Mei 2012, setelah 14 tahun hidup di Palangka Raya baru pertama kali saya nonton film di bioskop. The Avengers 3D lah film pertama yang saya tonton dibioskop. Padahal film itu udah basi banget, udah 3 minggu diputar di 21. Saat itu saya nonton bareng teman-teman saya Khairil, Wahyudi, Dede dan Hairun. Dan saya baru tau kalo nonton film barat di bioskop itu ada subtitlenya, kirain ga ada. 2 jam berlalu, setelah selesai nonton, saya baru sadar dompet saya udah ga ada lagi dikantong belakang. Lalu saya minta temenin Dede untuk mencari dompet saya, Dede tanya ke satpam. Eh ternyata dompetnya ketinggalan di loket.

Layaknya seperti sebuah puzzle yang terpecah, film Iron Man, Iron Man 2, The Incredible Hulk, Thor, Captain America: The First Avenger akhirnya disatukan dalam sebuah film The Avengers. Berisikan Iron Man/Tony Stark (Robert Downey Jr.), Captain America/Steve Rogers (Chris Evans), Hulk/Bruce Banner (Mark Ruffalo), Thor (Chris Hemsworth), Hawkeye/Clint Barton (Jeremy Renner), Black Widow/Natasha Romanoff (Scarlett Johansson) yang dikumpulkan oleh Nick Fury (Samuel L. Jackson) dalam sebuah kelompok S.H.I.E.L.D. untuk melawan ancaman besar Loki (Tom Hiddleston) dengan bantuan dari ras alien Chitauri untuk menguasai bumi.

Selama 2 jam lebih anda akan diberikan suguhan-suguhan yang sangat menawan. Mulai dari cerita, visual efek, akting, scoring, sinematografi, source material semuanya keren dan digarap dengan sangat bagus. Semua elemen penting hiburan ada di sini. Bagaimana komedi dan action bergantian mengambil andil, membuat setiap detik film ini begitu berharga untuk dilewatkan. Lelucon-lelucon antar sesama superhero di film ini, membuat mood penonton naik-turun, mulai dari tegang, mellow, ketawa, tegang lagi, lalu mellow, lalu ketawa lagi. Sutradara film ini, Joss Whedon berhasil membagi porsi tiap superhero secara pas. Kita tidak akan merasakan porsi Iron Man lebih menonjol misalnya.

June 2, 2012

EFA Class the Movie (2012) (My Short Documentary Film)

EFA Class stands for Elnascience Four Aschinex Class atau biasa simplenya dikenal dengan kelas XII IPA 4 MAN Model Palangka Raya angkatan 30. Well ini adalah bisa dibilang projek film pertama saya. Awal mulanya kenapa mau bikin ini karena dalam rangka menyambut perpisahan kelas 12, setiap kelas diwajibkan membuat video kenang-kenangan yang bakal ditayangin pas malam perpisahan ntar. Karena tidak ingin yang biasa-biasa saja, cuma nongolin kumpulan foto-foto yang basi, makanya konsepnya dibuat kaya film dokumenter aja, yah mirip-mirip kayak Catatan Akhir Sekolah-nya Hanung Bramantyo itu loh. Well check this out! Maaf masih sangat-sangat-sangat-sangat amatir ya bro hehe. :)

June 1, 2012

Welcome to Manusia Unta!


Manusia Unta sebuah blog dengan fokus utamanya adalah review film. Semua tulisan dan hal lain di blog ini ditulis oleh Haji Abdul Karim. Seorang mahasiswa semester satu yang masih sangat awam dalam dunia perfilman. Bukan bermaksud untuk menyaingi movie-blog yang lain. Melainkan hanya untuk sekedar membagi pendapatannya terhadap film.