September 29, 2012

Doomsday Book (2012)


Selain Thailand dan Jepang, film-film Korea juga memang salah satu alternatif bagi saya jika saya sudah bosan melihat akting orang-orang bule. Dan dari sekian banyak film Korea yang saya tonton, kesemua film itu selalu bergenre komedi, romantis atau drama. Saya sangat jarang menonton film Korea diluar genre tersebut. Nah kali ini saya mencoba membuka jalan untuk genre baru film Korea untuk saya.

Film Korea yang akan saya review kali ini bergenre sci-fi anthology, yaitu Doomsday Book. Anthology? Apaan tuh? Oke buat anda yang baru keluar dari gua, saya kasih tau deh. Antologi atau omnibus adalah film yang terdiri dari kumpulan beberapa cerita atau film pendek dalam satu buah film panjang. Jadi dalam satu film itu ada lebih dari satu cerita. Nah di Doomsday Book terdiri dari tiga cerita yaitu Brave New World, Heavenly Creature dan Happy Birthday.

Brave New World, segmen pertama yang disutradarai oleh Yim Pil-sung ini bercerita tentang seorang peneliti bernama Yoon Seok-woo (Ryu Seung-beom) yang tinggal sendirian dirumah karena ditinggal keluarganya liburan. Dirumahnya dia harus membersihkan sampah-sampah yang ada, sampai akhirnya dia menemukan apel busuk diantara sampah yang berserakan, yang ternyata apel tersebut adalah membawa virus zombie. Singkat cerita karena suatu hal seluruh manusia dikota itu menjadi zombie, termasuk dia. Untuk cerita lebih lanjut, silahkan anda tonton sendiri filmnya.

September 26, 2012

The Hunger Games (2012)


Kesuksesan Battle Royale tahun 2000 yang lalu menyebabkan para pembuat film mengikuti resepnya. Sekelompok orang ditempatkan di sebuah pulau terpencil untuk saling membunuh agar bisa menjadi pemenang. Dan sekarang tahun 2012 muncul sebuah film dengan tema serupa, yaitu The Hunger Games. The Hunger Games tidak serta-merta menjiplak Battle Royale, film ini adalah cerita original yang diangkat dari novel.

The Hunger Games adalah film yang diadaptasi dari novel (seperti Harry Potter, Twilight) karangan Suzanne Collins. Bercerita tentang sebuah negara yang bernama Panem. Negara ini dibagi menjadi 13 distrik, dan suatu hari sampai ketiga belas distrik tersebut melakukan perlawanan untuk menggulingkan kekuasaan otoriter  yang menyebabkan kehancuran dimana-mana dan berujung pada hancurnya distrik 13. Dan sebagai bentuk hukumannya, 12 distrik yang tersisa tiap tahunnya harus mengirimkan sepasang laki-laki dan perempuan berusia 12-18 tahun untuk ikut serta dalam acara tahunan The Hunger Games dimana 24 wakil dari masing-masing distrik harus bertarung dan harus saling membunuh hingga akhirnya menyisakan satu orang pemenang. Hingga akhirnya sampailah pada hajatan The Hunger Games yang ke-74, yang mana diceritakan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) yang mewakili distrik 12. Akhirnya mereka pun berangkat ke The Hunger Games untuk bertarung sampai mati melawan 22 peserta lain.

September 20, 2012

Zombieland (2009)


Saya bukanlah penggemar berat film-film horror, tetapi saya selalu ada perhatian lebih untuk sub-genre horror yang satu ini yaitu zombie. Apalagi film ini juga dibalut dengan komedi yang notabene adalah genre favorit saya. Bicara tentang film zombie, jangan kira film yang saya review kali ini adalah film zombie yang seperti [REC] ataupun 28 Days Later. Melainkan Zombieland adalah sebuah film zombie-comedy yang sangat menyenangkan.

Zombieland berkisah tentang bagaimana populasi manusia yang terjangkit sebuah virus yang mengubah manusia menjadi zombie. Columbus (Jesse Eisenberg) seorang mahasiswa University of Texas, selamat dari wabah virus tersebut. Columbus ingin pulang ke tempat asalnya yaitu di Ohio, ia berharap sang ayah dan ibunya selamat dari wabah virus tersebut. Dalam hal keadaan berjaga-jaga, Columbus memiliki beberapa aturan yang harus dijalaninya untuk menghindari ancaman zombie, ketika di dalam perjalanannya ia bertemu dengan orang lain yang juga selamat dan memberikan tumpangan kepadanya, Tallahasse (Woody Harelsson). Tidak hanya Tallahasse, Columbus juga bertemu dengan kakak beradik, Wichita (Emma Stone) dan Little Rock (Abigail Breslin). Mereka memiliki tujuan perjalanan yang berbeda, kakak beradik Wichita dan Little Rock ingin pergi ke tempat bermain yang menurut mereka tidak akan dikunjungi oleh zombie. Sedangkan Tallahasse dan Columbus mengikuti kakak beradik tersebut karena kendaraan mereka diambil alih oleh mereka. Akankan mereka berempat selamat dari ancaman zombie? Silahkan anda tonton sendiri filmnya.

September 16, 2012

Mubi.com (Social Media untuk Pecinta Film)



Mubi is an online cinema and community for people who love film

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih buat bro Janitra dari Romantic | Superhero, yang sudah membuat feature tentang Social Media untuk Pecinta Film. Karena berkat dialah saya jadi mengetahui Mubi. Akhirnya empat hari yang lalu saya membuat akun di Mubi dan harus saya akui saya puas dengan sosial media yang satu ini.

September 11, 2012

Superbad (2007)


Ah, lama juga rasanya saya tidak menulis review lagi, kangen nulis review. Beberapa minggu belakangan ini saya memang disibukkan dengan aktifitas perkuliahan yang sangat padat dan melelahkan. Ok by the way, anda boleh bilang saya basi, film keluaran tahun 2007 tapi saya baru mereviewnya tahun 2012. Tapi tidak apa-apa. Jadi apa yang membuat saya ingin mereviewnya? Silahkan baca review ini.

Film ini bercerita tentang tiga orang sahabat yaitu Seth (Jonah Hill), Evan (Michael Cera) dan Fogell a.k.a. McLovin (Christopher Mintz-Plasse) diakhir masa SMA mereka. Mereka bertiga adalah tipikal pelajar remaja yang sayangnya tidak popular dan masih galau dengan keperjakaan mereka. Dan singkat cerita mereka diminta oleh wanita idaman mereka untuk membawakan minuman keras ke sebuah pesta. Namun perjalanan mereka untuk mendapatkan minuman keras tidaklah semudah yang diinginkan, mereka harus memiliki KTP terlebih dahulu jika ingin memebeli minuman keras. Dan untungnya Fogell mempunyai KTP palsu. Nah disinilah perjalanannya dimulai, mereka akan menemui berbagai macam masalah-masalah seperti bertemu dengan dua orang polisi konyol.

Tipikal jalan cerita yang tidak terlalu special menurut saya, sudah begitu banyak film remaja yang mengambil tema-tema serupa. Jadi apa yang membuat saya ingin mereview dan menyukai film ini? Genre film ini adalah komedi yang notabene salah satu genre favorit saya. Film ini banyak sekali menghadirkan naskah-naskah komedi berkualitas yang tidak pasaran dan dengan segala kalimat-kalimat sumpah serapahnya. Salah satu scene yang paling membuat saya ketawa adalah pada saat Fogell menunjukan KTP palsunya kepada Seth dan Evan dan terjadilah dialog-dialog kocak, sumpah saat scene itu saya sampai tertawa terbahak-bahak. Film ini memang didominasi oleh komedi, namun menjelang akhir film perlahan-lahan berubah agak sedikit drama yang untungnya tidak pernah berkembang menjadi kelewat dominan.

September 1, 2012

The Cabin in the Woods (2012)


Sebagai salah satu most anticipated movie of the year, The Cabin in the Woods tentu sangat ditunggu oleh pengila horror. Bagaimana tidak? Film ini sebenarnya sudah selesai  Mei 2009 dan dijadwalkan rilis Februari 2010. Tapi karena suatu hal, jadwal tersebut pun dibatalkan dan terus mengalami pengunduran. Penonton pun harus menunggu 2 tahun agar bisa melahap film ini, sampai akhirnya pada Maret 2012 film ini resmi dirilis.

The Cabin in the Woods bercerita tentang lima remaja,  Dana (Kristen Connolly), Marty (Fran Kranz), Curt (Chris Hemsworth), Jules (Anna Hutchison) dan Holden (Jesse Williams) yang sedang liburan ke sebuah pondok kayu milik sepupu Curt. Tapi liburan mereka tidaklah seperti yang diharapkan, segerombolan makhluk misterius siap membunuh mereka satu per satu. Namun sebenarnya kematian mereka diatur sedemikian rupa oleh tim khusus untuk dijadikan ritual persembahan kepada para dewa.

Pada paruh pertamanya The Cabin in the Woods mungkin terlihat sangat klise dan mungkin mudah untuk ditebak. Kisah sekelompok remaja yang dibunuh satu persatu, mungkin sudah sering anda temukan di beberapa film horror sejenis. Tapi tunggu sampai anda benar-benar tahu, apa maksud sebenarnya dari film ini. But, you think you know the story. Disaat maksud sebenarnya dari film ini sudah nampak, segala hal yang menurut anda predictable menjadi unpredictable.