June 29, 2013

Secret (2007)

Jay Chou, pemuda asal Taiwan yang dikenal sebagai penyanyi ini memulai filmographynya lewat Initial D tahun 2005 hingga merambah ke Hollywood lewat The Green Hornet bersama Seth Rogen dua tahun lalu. Bahkan sebelumnya dia merangkap tiga tugas sekaligus sebagai aktor, penulis cerita dan sutradara di film Secret.

Secret mengisahkan tentang Xianglun (Jay Chou) seorang siswa sekolah music yang pada suatu hari bertemu dengan seorang wanita bernama Xiaoyu (Kwai Lun Mei). Dia melihat wanita tersebut memainkan sebuah lagu dengan piano. Xianglun pun tertarik dengan lagu itu dan dia bertanya kepada Xiaoyu. Tapi Xiaoyu tidak mau memberitahu lagi apa itu. Mereka lama-kelamaan semakin dekat dan akhirnya pacaran. Sampai pada suatu hari Xiaoyu mendapati Xianglun tengah berciuman dengan Qing Yi (Alice Tzeng), teman mereka yang juga suka dengan Xianglun. Xiaoyu pun sejak kejadian itu menghilang.

Film ini ditulis dan disutradarai sendiri oleh sang pemeran utamanya, Jay Chou. Saya suka sekali konsep ceritanya yang menggabungkan kisah drama-romantis remaja dengan tema (spoiler!) time travel. Kisah yang dihadirkan sebenarnya sederhana dan familiar. Tidak terlalu dipenuhi intrik. Namun tetap mampu tampil romantis dan cukup menyentuh. Berjalan dengan ritme penceritaan yang tepat, memberikan banyak ruang untuk mengenal si karakter utama. Secret mempunyai banyak twist, apalagi twist inti di pertengahan filmnya yang mengejutkan. Secret juga diselipi bumbu komedi yang cukup menghibur. Ending film ini juga dipertemukan pada sebuah ambiguitas antara happy or sad ending.

June 28, 2013

Psycho (1960)

Alfred Hitchcock, sutradara yang dijuluki The Master of Suspense ini yang terkenal lewat film-film thriller jeniusnya seperti Vertigo, Rear Window, dan Dial M for Murder. Tapi dari semua filmnya, mungkin film film yang akan saya review inilah yang paling fenomenal, Psycho.

Psycho mengisahkan seorang wanita cantik bernama Marion Craine (Janet Leigh) yang telah membawa lari uang dari tempat dia bekerja. Namun setelah seminggu dia kabur tidak ada kabar, kakak (Vera Miles) dan kekasihnya (John Gavin) pun mencari dia bersama seorang detektif (Martin Balsam). Hingga penyelidikan ke sebuah motel kecil milik Norman Bates (Anthony Perkins). Dan misteri pun terungkap satu per satu.

Cerita Psycho yang diadaptasi dari novel karya Robert Bloch tahun 1959 berjudul sama ini sebenarnya mempunyai cerita yang cukup sederhana dan cenderung mudah diikuti. Namun dibalik kesederhanaan ceritanya itu, Psycho mengajak penontonnya berpikir menebak-nebak apa yang terjadi selanjutnya. Beruntung sekali saya sama sekali tidak tercemar spoiler, saya benar-benar dibuat terkejut oleh twist ending-nya yang jenius. Hitchcock menyusun setiap misteri-misteri yang lama-kelamaan terungkap dengan sangat rapi. Selain twist ending-nya yang edan itu, tentu hal lain yang paling memorable adalah pada saat shower scene yang legendaris itu. Dan dibalik kesederhanaan ceritanya itu, Psycho juga menyimpan banyak filosofi dan pesan moral yang tinggi tergantung bagaimana menginterpretasikannya.

June 27, 2013

The Place Beyond the Pines (2013)

Derek Cianfrance, sutradara yang terkenal dan sukses lewat romansa indie-nya Blue Valentine 2010 lalu bersama Ryan Gosling. Dan kali ini kembali membawa Ryan dalam film terbarunya, The Place Beyond the Pines.

The Place Beyond the Pines mengisahkan Luke (Ryan Gosling), seorang motorcycle stunt yang meninggalkan istrinya, Romina (Eva Mendes) dan anaknya bernama Jason karena harus mengikuti jadwal pertunjukan. Namun setelah kembali setahun kemudian, Luke mendapati istrinya telah menikah kembali dengan seorang pria lain. Dia merasa masih mempunyai tanggung jawab atas istri dan anak yang ditinggalkannya. Dia pun menemui Robin (Mendelsohn), bekerjasama untuk merampok bank. Sialnya dia malah harus berurusan dengan seorang polisi bernama Avery (Bradley Cooper), urusan tersebut pun semakin luas. Avery mengalami dilema rasa bersalah yang masih berimbas 15 tahun kemudian saat anak dari Luke dan Romina yakni Jason (Dane DeHaan) telah tumbuh dewasa.

Film teranyar dari Derek Cianfrance ini membagi ceritanya menjadi 3 babak yang saling berhubungan satu sama lain. Jalinan cerita yang terjadi karena sebab-akibat dari setiap filmnya. Babak pertama yang dibintangi Ryan Gosling bisa dibilang adalah fondasi dan jembatan untuk film selanjutnya. Babak kedua berfokus pada dilema rasa bersalah Avery terhadap Luke dan juga permasalahan di dunia kepolisian. Babak ketiga berkisar pada cerita pencarian jati diri serta tetek bengek pertemanan anak dari Luke dan Avery. Selain ketiga ceritanya yang mempunyai hubungan satu sama lain, film ini juga memiliki satu tema besar yang sama yakni tentang hubungan antara ayah dan anak.

June 20, 2013

Man of Steel (2013)

Superman, siapa yang tidak kenal dengan karakter superhero satu ini. Mulai dari Superman-nya Richard Donner tahun 1978 silam hingga reboot Superman Returns-nya Bryan Singer 7 tahun lalu. Dan kini tahun 2013 dibuat kembali reboot-nya yang dibawah penyutradaraan Zack Snyder, Man of Steel.

Man of Steel yang bersetting awal di planet Krypton mengisahkan tentang Jor-El (Russel Crowe) dan Lara (Ayelet Zurer) yang harus mengirim Kal-El, anak mereka ke planet Bumi karena Krypton yang akan hancur. Di sisi lain, General Zod (Michael Shannon) melakukan kudeta yang akhirnya berujung pada pengasingan. Cerita pun berpindah ke Smallville, Kal-El mendarat di bumi. Ditemukan lalu dibesarkan oleh sepasang suami-istri Jonathan (Kevin Costner) dan Martha (Diane Lane), dia pun diberi nama Clark Kent (Henry Cavill). Clark Kent tumbuh dewasa dan harus menghadapi pada sebuah dilema pencarian jati dirinya.

Setelah mengumumkan bahwa yang duduk dibangku sutradara adalah Zack Snyder dan 3 nama dibalik suksesnya trilogi The Dark Knight; Christopher Nolan producer, David S. Goyer scriptwriter dan Hans Zimmer composer turut ikut serta. Hingga silih berganti mulai dari teaser, trailer dan posternya satu persatu rilis. Man of Steel sebagai most anticipated movie tahun ini adalah sebuah penantian yang sangat panjang hingga akhirnya dapat menyaksikannya. Apalagi ditambah dengan beredarnya berita bahwa DC Comic juga akan membuat cinematic universe mereka sendiri yakni Justice League seperti yang sudah dilakukan rival mereka Marvel lewat The Avengers. Semakin membuat rasa penasaran meningkat.

June 12, 2013

V/H/S/2 (2013)

Setelah kehadiran V/H/S tahun lalu, mempunyai konsep horror yang segar yakni menggabungkan mockumentary dengan antology. Tidak butuh waktu lama untuk menelurkan film keduanya, V/H/S/2. Ada 6 segmen disini; Tape 49, Clinical Trials, A Ride in the Park, Safe Haven, dan Slumber Party Alien Abduction.

Tape 49, plot utama dari film ini mengisahkan tentang dua orang pemuda-pemudi yang masuk ke salah satu rumah yang diselidiki tempat hilangnya seorang anak muda, dan dirumah tersebut mereka menemukan setumpukan kaset-kaset VHS yang berisi video mengerikan yang nantinya akan mereka putar satu per satu. Disutradarai oleh Simon Barret. Sama seperti Tape 56 di V/H/S, segmen ini hanya menjadi jembatan untuk segmen lainnya, akan terus berlanjut disela-sela segmen lainnya berakhir

Clinical Trials, kaset pertama yang mengisahkan tentang seorang pria yang melakukan implant terhadap mata kirinya yang dipasangkan kamera berbentuk mata pulsa, yang berakibat dia dapat melihat makhluk tak diinginkan. Disutradarai oleh Adam Wingard, yang sekaligus menjadi pemeran utama. Mempunyai konsep cerita yang menarik. Yang mana kamera kecil diletakkan dimata pemeran. Mempunyai banyak momen-momen penampakan, namun sayang tidak cukup mampu membuat penonton loncat dari kursinya. Mungkin akan bagus jika dibuat versi panjangnya. Segmen ini ditutup dengan ending yang ironis dan cukup mengerikan. Sebuah sajian pembuka yang menghibur, lumayan menjadi pemanasan yang hangat untuk segmen selanjutnya.

June 10, 2013

War Photographer (2001)

James Nachtwey, seorang fotojurnalis berkebangsaan Amerika Serikat yang telah mengabdikan sebagian hidupnya untuk dunia fotografi. Dia juga terkenal sebagai seorang war photographer, yakni seorang wartawan foto yang sering mengabadikan momen dalam perang. Hingga akhirnya pada tahun 2001, sebuah film dokumenter tentang dirinya sendiri dibuat, War Photographer.

War Photographer adalah sebuah film dokumenter yang menampilkan perjalanan karir seorang James Natchtwey dalam dunia fotografi. Membahas ruang lingkup yang lebih luas gagasan umum untuk semua yang termasuk dalam jurnalisme perang, seperti isu-isu, dampak, atau akibat perang diberbagai daerah di dunia.

Film dokumenter yang disutradarai oleh Christian Frei ini pernah dinominasikan di 40 penghargaan, seperti nominasi di Oscar tahun 2002 dan Emmy Award 2004, bahkan film ini juga memenangkan Peabody Award 2003. Film dokumenter ini mengambil beberapa gambar tempat di dunia seperti pasca-perang di Kosovo, kemiskinan dan kerusuhan di Indonesia, juga tambang belerang di kawah Ijen Jawa Timur, hingga sampai kedataran Timur Tengah dan Afrika. Selain itu juga terdapat beberapa interview dengan para ahli dan teman dekat James Nachtwey. Film ini menggunakan cuplikan yang difilmkan dengan microcam atau kamera kecil video yang terpasang pada kamera SLR-nya James Nacthwey. Teknik seperti ini memberikan kedekatan kepada penonton, seolah-olah kita melihat secara langsung apa yang juga James Natchwey lihat.

June 8, 2013

The Hangover Part III (2013)

Setelah The Hangover tahun 2009 silam, sebuah film komedi yang sangat brilian. Lalu melahirkan sekuel keduanya, The Hangover Part II, yang mendapat kritikan pedas karena menjiplak habis pakem dari film pertamanya. Todd Phillips, sang sutradara sepertinya sadar atas kesalahannya 2 tahun lalu. Tahun ini dengan mengikuti trend sekarang yakni menutup sebuah franchise dengan trilogy, menjanjikan film yang berbeda dengan dua seri sebelumnya, The Hangover Part III.

The Hangover Part III mengisahkan Alan (Zach Galifianakis) yang secara tidak sengaja membunuh seekor jerapah yang akhirnya mengakibatkan lalu lintas kacau. Teman-temannya pun, Phil (Bradley Cooper), Stu (Ed Helms) dan Doug (Justin Bartha) berencana untuk mengirim Alan ke tempat rehabilitasi di Arizona. Dalam perjalanan menuju tempat tersebut mereka dicegat oleh sekelompok mafia yang dipimpin oleh Marshall (John Goodman). Mereka dicurigainya memiliki hubungan dengan Leslie Chow (Ken Jeong), yang telah mencuri emas milik Marshall. Mereka pun diberi waktu 3 hari untuk menangkap Chow.

Dengan disutradarai dan naskah cerita yang ditulis sendiri oleh Todd Phillips dan dibantu oleh Craig Mazin. Tidak lagi memakai pakem awalnya, yaitu hangover. Menggantinya dengan formula baru dengan petualangan berbau crime-heist. Diatas kertas terlihat menjanjikan. Namun yang terjadi dilapangan berbeda. Ceritanya yang tidak solid melompat-lompat dari satu kota ke kota yang lain. Untuk komedinya masih kasar, jorok dengan segala sumpah serapah dan caci makian. Memang ada yang memancing tawa, namun ada juga yang garing. Untungnya The Hangover Part III masih punya bagian-bagian yang menarik, seperti bagian action-crime-nya atau saat after credit-nya.

June 1, 2013

Manusia Unta's 1st Anniversary

Akhirnya genap satu tahun sudah blog Manusia Unta. Setelah melalui berbagai macam rintangan seperti menghadapi tugas-tugas kuliah yang menumpuk hingga rasa malas, bahkan bulan April kemarin saja saya cuma bisa nge-review satu film. Tapi ya sudah bisa mempertahankan blog ini satu tahun saja sudah sangat-sangat bangga sekali rasanya. Banyak sekali yang saya dapat setelah membuat Manusia Unta. Saya jadi semakin banyak pengetahuan serta wawasan tentang dunia film. Saya semakin banyak mempunyai teman sesama movie-blog, ya walaupun belum pernah melihat mereka secara langsung.  Well, sebenarnya dalam rangka memperingati 1 tahun Manusia Unta, sebenarnya saya ingin mengganti template, tapi karena sampai sekarang belum ketemu template yang pas. Akhirnya baru kesampaian ganti header-nya doang.