May 12, 2013

Java Heat (2013)


Mungkin jika saya sebutkan nama sutradara Conor Allyn, anda tidak akan mengenalinya. Tapi bagaimana jika saya menyebutkan judul-judul seperti Merah Putih, Darah Garuda dan Hati Merdeka. Ya, dia adalah dalang dibalik ledakan-ledakan besar di Trilogi Merdeka. Dan tahun ini, dia kembali membuat ledakan dengan Java Heat.

Java Heat mengisahkan tentang pasca kejadian bom bunuh diri yang meledak di pesta amal Keraton Yogja yang menewaskan Sultana (Atiqah Hasiholan), putri sang sultan. Disisi lain seorang bule yang mengaku asisten dosen bernama Jake Travers (Kellan Lutz), satu-satunya saksi mata yang melihat kejadian tersebut dicurigai seorang polisi di kesatuan Densus 88, Letnan Hashim (Ario Bayu) bahwa dia terlibat dalam kejadian itu.

Naskah cerita yang ditulis oleh bapaknya si sutradara, Rob Allyn. Premis Java Heat memang tampak meyakinkan. Apalagi dengan ide menggabungkan aktor-aktris Hollywood dan Indonesia. Ada Kellan Rutz yang kita kenal lewat seri Twilight-nya, lalu ada nama Mickey Rourke yang kita kenal sebagai villain di Iron Man 2. Lalu ditambah dengan citarasa nusantara bintang limanya macam Ario Bayu, Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Uli Auliani, Verdi Solaiman, Tio Pakusadewo. Wow, nama-nama yang sepertinya tidak usah diragukan lagi di kancah perfilman lokal. Dan apalagi dengan budgetnya mencapai 15 juta dollar untuk membuat sebuah film yang banjir ledakan, tidak usah dipertanyakan lagi. Hmm, kurang apalagi coba?

Sepintas Java Heat memang tampak menjanjikan. Tapi apa yang terjadi di lapangan berbeda apa yang ada di atas kertas. Masalah jajaran cast-nya, Conor menyia-nyiakan talenta-talenta yang sebenarnya berbakat, bahkan dua nama Hollywood di film ini tidak membantu. Ada beberapa nama yang menarik perhatian saya, yang saya rasa bermain dengan bagus yakni Uli Aulianur, Rio Dewanto dan Verdi Solaiman, sayang durasi mereka diberikan sedikit sekali. Oh iya, mengingat film ini juga disajikan menggunakan bahasa Inggris, ya seharusnya para jajaran cast bisa melafalkan setiap dialognya dengan bagus, namun nyatanya? Selain itu juga banyak juga adegan dan dialog yang bodoh dan tidak logis. Ah sudahlah, cukup membicarakan kekacauan Java Heat.

Ya, setidaknya Java Heat masih bisa memberikan sajian ledakan dan jual beli peluru yang cukup asyik dinikmati. Serta keindahan Yogjakarta yang indah nan eksotis, dan tentunya niatan baik untuk memadukan unsur budaya Indonesia dengan action adalah suatu ide yang bagus. Tapi itu tidak cukup.

6/10


No comments:

Post a Comment