September 25, 2013

When Harry Met Sally (1989)

“I came tonight, because when you realize you want to spend the rest of your life with somebody, you want the rest of your life to start as soon as possible” – Harry Burns

When Harry Met Sally mengisahkan tentang Sally Albright (Meg Ryan) yang membutuhkan tumpangan mobil Harry Burns (Billy Crystal) untuk pergi ke New York. Harry yang notabene adalah pacar dari sahabat Sally. Selama perjalanan mereka saling berbicara membahas sesuatu. Beberapa tahun kemudian, mereka bertemu lagi, dan dengan pasangan mereka masing-masing. Dan ketika mereka sama-sama ditinggalkan pasangan mereka masing-masing. Mereka pun mulai berteman kembali, lalu mulai tumbuh rasa diantara mereka berdua.

Ya, dengan membaca judul filmnya saja, kita sudah tahu apa yang akan diceritakan film ini. Film yang disutradarai oleh Rob Reiner dan naskah cerita yang ditulis Nora Ephron ini sepertinya memiliki semua paket lengkap yang diharapkan dari sebuah film romantic-comedy. Semua elemen penting film rom-com ada disini, romantisnya dapat, ketawa-ketawanya juga dapat. Menawarkan joke-joke ringan, santai, dan berkelas yang mudah untuk ditertawakan, ya minimal tersenyum. Dari awal, ceritanya berjalan dengan santai hingga akhir. Ya walaupun ending dari film ini mudah ditebak dan terkesan klise, tapi tidak apa-apa karena proses menuju akhirnya itulah yang menarik untuk disimak. Satu lagi yang saya suka dari When Harry Met Sally adalah hadirnya adegan beberapa pasangan yang menceritakan kisah cinta mereka, itu membuatnya terasa begitu unik dan menarik.

September 24, 2013

Behind the Candelabra (2013)

Inilah film terakhir dari Steven Soderbegh sebelum dia rehat dari dunia film.

Behind the Candelabra mengisahkan tentang Scott Thorson (Matt Damon), seorang pemuda yang ahli mengenai hewan. Suatu hari dia bertemu dengan Liberace (Michael Douglas), seorang pianis terkenal. Liberace pun mengangkat Scott menjadi tangan kanannya, setelah sebelumnya Scott telah membantu menangani anjing kesayangan Liberace yang mengalami kebutaan. Mereka pun tinggal serumah, tak butuh waktu lama mereka berdua pun saling menyukai dan menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih.

Film yang digadang-gadang sebagai film terakhir dari Steven Soderbergh pensiun dari dunia perfilman ini naskah ceritanya ditulis oleh Richard LaGravenese. Diangkat dari memoir yang ditulis Scott Thorson dengan judul Behind the Candelabra: My Life with Liberace. Mengusung cerita yang bisa dibilang sangat berani dan tentu tidak akan mudah disukai banyak orang. Ya, Behind the Candelabra mengisahkan hubungan percintaan antara sesama jenis, dalam hal ini homoseksual. Hal itulah yang membuat film ini mengalami beberapa masalah, seperti masalah ditolak banyak distributor karena dinilai kurang menjual, yang pada akhirnya HBO Films bersedia. Film yang bersetting tahun 70 hingga 80an ini memulainya dengan ringan diawal dan perlahan mulai muncul konflik hingga semakin kompleks, sampai pada ending-nya yang cukup menyentuh. Selain cerita percintaan itu, film ini juga memperlihatkan bagaiman sepak terjang Liberace sebagai seorang pianis terkenal serta mengangkat isu-isu seperti operasi plastik dan kecanduan drugs.

September 23, 2013

5 Centimeters Per Second (2007)

Bicara tentang film animasi Jepang, jelas tidak lepas dari Ghibli Studio. Studio animasi yang terkenal lewat animasi yang bagus macam My Neighbor Totoro dan Spirited Away. Tapi ada satu nama studio animasi Jepang lagi yang kualitasnya tidak kalah bagus yakni, CoMix Wave Inc. Yang salah satu filmnya tahun 2007 lalu hadir lewat 5 Centimeters Per Second. Film animasi ini terbagi menjadi tiga segmen yang mana sama-sama berpusat pada tokoh bernama Takaki Tono.

Segmen pertama, Cherry Blossoms. Mengisahkan tentang Takaki Tohno (Mizuhashi Kenji) yang harus berpisah dengan sahabatnya, Akira Shinohara (Yoshimi Kondou), karena tuntutan pekerjaan orang tua Akira yang harus pindah ke kota lain. Setahun kemudian, Takaki berkeputusan untuk menjumpai Akari sebelum jarak mereka semakin jauh. Segmen kedua, Cosmonaut. Mengisahkan tentang Takaki yang sudah menginjak bangku kelas 3 SMA. Sementara itu teman sekelasnya, Kanae Sumida (Satomi Hanamura) menaruh hati kepada Takaki sejak bangku SMP. Segmen terakhir, 5 Centimeters Per Second. Mengisahkan tentang Takaki yang sudah lulus sekolah dan bekerja di sebuah perusahaan. Sementara Takaki masih tidak melepaskan perasaanya terhadap Akira.

September 10, 2013

Disconnect (2012)

Disconnect, film yang pertama kali diputar di Toronto Film Festival tahun lalu ini mencoba menghadirkan tiga cerita dengan benang merah sama mengenai  sisi gelap dari teknologi bernama internet.

Cerita pertama, mengisahkan tentang seorang Kyle (Max Thieriot), seorang pria yang bekerja sebagai model di sebuah situs sex chat dewasa. Suatu hari dia melakukan chat dengan seorang reporter televisi wanita bernama Nina (Andrea Riseborough), yang ternyata perkenalannya dengan wanita tersebut membuatnya terjerumus dalam sebuah masalah yang rumit. Lalu cerita kedua, mengisahkan tentang sepasang suami istri (Alexander Skarsgård & Paula Patton) yang harus kehilangan banyak uang mereka karena dicuri melalui internet. Dan cerita ketiga, mengisahkan tentang seorang ayah (Jason Bateman) yang harus menghadapai anaknya, Ben (Jonah Bobo), yang menjadi korban cyber-bully dari kedua temannya hanya karena bermain Facebook.

Film yang disutradarai oleh Henry Alex Rubin dengan naskah cerita ditulis Andrew Stern ini memang tampil unggul berkat latar belakang ceritanya mengenai internet, yang notabene sesuatu yang sudah sangat dekat sekali dengan para penontonnya. Internet yang seharusnya memberikan manfaat malah menjadi sesuatu yang merugikan bahkan berakhir tragis. Dengan karakter-karakter yang begitu nyata, dan dengan masalah-masalah yang cukup familiar. Disconnect memulai start-nya dengan bagus, membangun fondasi cukup kokoh dari awal, ya walaupun menjelang akhir agak sedikit goyah. Dan dari tiga cerita yang ada, saya rasa cerita nomor dua adalah yang terlemah. Cerita kedua saya rasa kurang mampu tampil menarik dan tampak terlalu bertele-tele, bahkan membutuhkan beberapa saat untuk dapat benar-benar mengerti kisahnya.

September 9, 2013

Pee Mak (2013)

Fakta bahwa film ini diproduksi oleh GTH dan disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun, sudah cukup untuk membuat saya tidak ragu menonton film ini, Pee Mak.

Pee Mak mengisahkan tentang Mak (Mario Maurer) yang hasus meninggalkan istrinya, Nak (Davika Hoorne), untuk pergi ke medan perang bersama empat temannya; Ter (Nuttapong Chartpong), Shin (Wiwat Krongrasri), Puak (Pongsatorn Jongwilas) dan Aey (Kantapat Permpoonpatcharasuk). Suatu hari Mak pun pulang ke rumah dari medan perang untuk menemui istrinya yang baru saja melahirkan, membawa bersama keempat temannya. Setibanya disana, banyak isu yang beredar bahwa istrinya sudah meninggal. Benar atau tidakkah isu tersebut?

Banjong Pisanthanakun, sutradara yang terkenal lewat horror-horror bagus macam Shutter, Alone, serta dua karya pendek di dwilogi Phobia serta N for Nuptial di The ABCs. Sekarang di Pee Mak hadir dengan naskah cerita yang ditulisnya bersama Chantavit Dhanasevi mengangkat cerita legenda masyarakat Thailand, disini dia kembali mengangkat film horror dengan balutan komedi. Dan kembali bermain-main dengan cara menebak siapakah hantunya, yang ujung-ujungnya twist yang dihadirkan biasa saja. Bicara masalah horror, saya rasa Pee Mak kurang berhasil dalam hal itu. Dalam durasi hampir dua jamnya itu tidak ada satupun momen horror yang dibuat dengan niat untuk benar-benar menakuti penontonnya, walaupun beberapa punya atmosfer yang cukup creepy. Tapi jika bicara komedi, saya ras Pee Mak berhasil total, apalagi dengan kehadiran empat sekawan itu yang mengeluarkan humor-humor konyol tapi tidak murahan.

September 5, 2013

Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)

Sebenarnya dulu sudah pernah nonton film ini. Tapi entah kenapa pengen re-watching dan nge-review ini.

Eternal Sunshine of the Spotless Mind mengisahkan tentang Joel Barish (Jim Carrey) yang jatuh cinta dengan seorang wanita eksentrik bernama Clemente Kruczynski (Kate Winslet). Mereka pun berhubungan layaknya sepasang kekasih. Namun suatu hari, hubungan mereka memanas dan semakin merenggang. Clemente pun memutuskan untuk menghapus memori tentang Joel. Begitu juga Joel.

Film ini disutradarai oleh Michael Gondry, sutradara yang mengawali karirnya lewat video musik. Dengan naskah cerita yang ditulis Charlie Kaufman dan Pierre Bismuth. Cerita tentang penghapusan memori sangatlah terdengar menarik dan brilian, apalagi mencoba menggabungkan kisah romansa dengan unsur science-fiction. Banyak pesan moral dan metofa tentang cinta yang tersaji disini. Misalnya usaha Joel dan Clemente untuk menghapus memori pasangan mereka, namun jauh dilubuk hati mereka sebenarnya masih saling mencintai, karena apa yang ada di otak berbeda dengan di hati. Salut untuk Gondry yang berhasil mengubahnya menjadi sebuah presentasi yang begitu membuai. Oh iya, dengan jalan cerita film ini yang berjalan secara non-linear, mungkin akan membuat sebagian orang kebingungan.

September 4, 2013

Trance (2013)

Danyy Boyle, sutradara asal Inggris yang terknela lewat film-filmnya macam Trainspotting, 28 Days Later, Slumdog Millionaire dan 127 Hours. Bahkan satu diantaranya memenangkan Oscar. Tahun ini Boyle hadir lewat Trance.

Trance mengisahkan tentang Simon Newton (James McAvoy) seorang juru lelang benda-benda seni. Tiba-tiba seorang pria bernama Franck (Vincent Cassel) dan kawanannya berupaya merampok salah satu lukisan mahal di acara pelelangan itu. Dia pun coba mengamankan lukisan tersebut, sialnya dia dijaga sekawanan perampok itu dan dia mendapatkan pukulan keras di kepalanya. Lukisan itu pun menghilang dan Simon mengalami amnesia akibat pukulan tersebut. Mencoba untuk mengingat kembali dimana lukisan itu, dia pun pergi ke seorang ahli hipnotis bernama Elizabeth (Rosario Dawson), untuk mengembalikan kembali ingatannya.

Film yang ditulis oleh andalan Boyle yakni duo Joe Ahearne dan John Hodge yang mengadaptasi serial televisi tahun 2001 silam. Jika membaca sinopsisnya, Trance terlihat sangat menarik dan menjanjikan. Apalagi banyak yang bilang bahwa film ini bagai gabungan antara Memento dan Inception, jelas membuat ekspektasi menanjak tinggi. Trance dibuka dengan bagus yang dipandu narasi James McAvoy. Mencoba bermain-main dengan alam bawah sadar dan kasus perampokan lukisan seharga 25 juta. Dengan jarak antara mimpi dan realita yang sangat tipis, lewat hipnotis sebagai medianya, ditambah lagi dengan beberapa kali flashback.

September 3, 2013

The Conjuring (2013)

James Wan, sutradara kelahiran Malaysia yang muncul sebagai sutradara yang terkenal lewat film horror berkualitasnya. Mulai dari Saw yang cerdas itu, hingga Insidious yang menyeramkan. Dan sekarang Wan hadir menakuti anda lewat The Conjuring.

The Conjuring mengisahkan tentang sepasang suami istri, Andrea (Ron Livingston) dan Carolyn (Lili Taylor), bersama kelima putri mereka yang baru saja pindah ke sebuah rumah tua. Sesampainya dirumah itu, mereka langsung mengalamai berbagai kejadian misterius dan merasa bahwa rumah itu berhantu serta mungkin saja mengancam nyawa mereka. Mereka pun memanggil sepasang suami istri paranormal, Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine (Vera Farmiga) untuk menyelidikinya.

Ya, formula usang rumah berhantu memang sudah banyak disajikan diratusan film horror lain. Tapi lihat siapa orang dibalik The Conjuring ini, James Wan, nama yang sudah tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya di belantika film horror modern. Menggaet The Hayes Bros; Chad Hayes dan Carey Hayes sebagai penulis naskahnya. The Conjuring diangkat berdasarkan kisah nyata dari kasus yang diselidiki suami istri paranormal itu. Seperti biasa, memulainya dengan perkenalan para karakternya, lalu sedikit demi sedikit muncul keanehan, dan bang!!! Alur cerita yang berjalan santai bergerak dalam kisah haunted house hingga akhirnya pada klimaks akhir dengan masuknya unsur exorcism yang begitu menegangkan. Ritme dan atmosfer horror yang terjaga dari awal sampai akhir.

September 2, 2013

Mud (2012)

Jeff Nicholson, sutradara yang terkenal lewat drama Take Shelter tahun 2011 lalu. Dan sekarang hadir dengan Mud.

Mud mengisahkan tentang dua anak kecil, Ellis (Tye Sheridan) dan Neckbone (Jacob Lofland) yang pergi ke sebuah pulau kecil lalu menemukan sebuah kapal tersangkut diatas pohon. Ternyata kapal itu adalah milik seorang pria bernama Mud (Matthew McConaughey). Mud yang tengah bersembunyi dari kejaran Tom Blankenship (Sam Shepard), adik dari orang yang telah Mud bunuh. Disisi lain dengan bantuan Ellies dan Neckbone, Mud meminta mereka untuk menjemput kekasihnya, Juniper (Reese Witherspoon).

Film yang juga ditulis oleh Jeff Nicholson ini boleh saja poster dan judulnya menunjukan karakter Mud, tapi justru yang lebih mendapat perhatian di film ini adalah Ellis. Dibalik cerita Mud yang nampaknya drama berat, Mud sesungguhnya menghadirkan kisah coming-of-age yang menarik. Karakter Ellis yang disini lebih banyak penceritaan, mulai dari Ellis terpaksa harus ikut terlibat dalam kehidupannya Mud yang kompleks, lalu Ellis yang baru barusia 14 tahun jatuh cinta dengan wanita yang lebih tua darinya, hingga dia yang harus menghadapi situasi orang tuanya yang hendak bercerai. Mud sebenarnya sederhana, tapi banyak belokan-belokan ceritanya. Si karakter utama Mud juga, masa lalunya yang suram hingga sekarang menjadi buronan polisi serta penantian panjangnya untuk bertemu sang kekasih.