September 26, 2012

The Hunger Games (2012)


Kesuksesan Battle Royale tahun 2000 yang lalu menyebabkan para pembuat film mengikuti resepnya. Sekelompok orang ditempatkan di sebuah pulau terpencil untuk saling membunuh agar bisa menjadi pemenang. Dan sekarang tahun 2012 muncul sebuah film dengan tema serupa, yaitu The Hunger Games. The Hunger Games tidak serta-merta menjiplak Battle Royale, film ini adalah cerita original yang diangkat dari novel.

The Hunger Games adalah film yang diadaptasi dari novel (seperti Harry Potter, Twilight) karangan Suzanne Collins. Bercerita tentang sebuah negara yang bernama Panem. Negara ini dibagi menjadi 13 distrik, dan suatu hari sampai ketiga belas distrik tersebut melakukan perlawanan untuk menggulingkan kekuasaan otoriter  yang menyebabkan kehancuran dimana-mana dan berujung pada hancurnya distrik 13. Dan sebagai bentuk hukumannya, 12 distrik yang tersisa tiap tahunnya harus mengirimkan sepasang laki-laki dan perempuan berusia 12-18 tahun untuk ikut serta dalam acara tahunan The Hunger Games dimana 24 wakil dari masing-masing distrik harus bertarung dan harus saling membunuh hingga akhirnya menyisakan satu orang pemenang. Hingga akhirnya sampailah pada hajatan The Hunger Games yang ke-74, yang mana diceritakan Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) yang mewakili distrik 12. Akhirnya mereka pun berangkat ke The Hunger Games untuk bertarung sampai mati melawan 22 peserta lain.

Banyak orang yang mengganggap film ini membosankan dan biasa saja karena ceritanya terlalu bertele-tele, aksinya terlalu lembek. Jujur saya tidak merasakan kebosanan dalam durasi 142 menitnya. Untuk actionnya saya rasa pas, masih ada bunuh-bunuhan, darah dimana-mana. Namun semua itu ditampilkan dengan kesadisan yang lebih diperhalus lagi, karena ratingnya yang PG-13. Di film ini juga ada unsur romansnya yaitu kisah cinta segitiga antara Katniss, Peeta dan Gale (Liam Hemsworth), yang untungnya unsur itu tidak kelewat batas dan tidak mengganggu ceritanya. Tapi yang patut diacungi jempol adalah chemistry antara Katniss dan Peeta yang sangat terjalin dengan bagus. Selain itu ada juga selipan beberapa momen lucu yang mampu dibawakan dengan baik dan memancing tawa saya

Mengenai akting saya berikan empat jempol untuk Jennifer Lawrence yang tampil sangat bagus. Terlebih lagi parasnya yang cantik membuat durasi 2 jam lebihnya tidak terasa membosankan. Sedangkan Josh Hutcherson tampil tidak begitu istimewa, begitu juga dengan para pemain pendukungnya. Tapi ada satu nama yang mencuri perhatian saya yaitu Woody Harrelson sebagai Haysmitch yang seorang pemabuk yang juga baik hati. Sedangkan untuk visualnya benar-benar cerdas, bagaimana Capitol yang divisualisasikan dengan sangat bagus, melihat interior, desain, kostum, meja game controllernya yang benar-benar membuat saya terpana. Seakan-akan itu memanglah sudah berada di masa depan.

Jika bicara tentang kekurangannya, sama seperti movie review yang lain yaitu dengan konsep cerita yang semenarik ini tapi sangat disayangkan unsur kesadisannya masih kurang, pertarungannya kurang brutal. Semua itu hanya karena ingin menghindari rating R. Lalu di beberapa adegan juga ada yang shaky camera. Serta pengembangan cerita dan endingnya yang masih ngambang, ya mungkin akan diperjelas lagi di film selanjutnya kali ya.

Secara keseluruhan The Hunger Games adalah sebuah film adaptasi novel yang berkualitas, tidak kalah dengan francise Harry Potter apalagi Twilight. Saya berharap seri yang keduanya yaitu The Hunger Games: Catching Fire bisa lebih memberikan sajian yang menghibur lagi. Akhir kata, The Hunger Games sukses menjadi salah satu film adaptasi novel terbaik yang pernah saya tonton!

8/10

3 comments:

  1. Ehm!! Mba/mas yg nulis artikel ini, sdh tahu blm ya kl Battle Royale juga diadaptasi dr novel Best seller yg terbit pd tahun 1999.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah baru tau tuh saya, thanks infonya :)

      Delete
  2. Dan sebenarnya yg diributkan bukan cuman bentuk games-nya yg sama, tapi juga latar belakang cerita dan setting waktu. Battle royale bersetting pemerintahan jepang pada masa depan. Peserta games sama2 dipilih. Bedanya di HG pakai tessera tp di battle royale lebih canggih >> pakai sistem komputer.

    Keduanya sama2 mengandung unsur politik, kemanusiaan dan percintaan.

    Masalah bagus mana?

    Silahkan baca dan bandingkan ke dua novel tersebut, jk kesulitan cri novelnya donlot aja film battle royale..

    Happy watching!!

    ReplyDelete