February 7, 2014

Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring (2003)

“Lust awakens the desire to possess. 
And that awakens the intent to murder.” – Old Monk

Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring akan membagi ceritanya menjadi lima segmen yang saling berhubungan sesuai judulnya yang mewakili setiap musim itu. Dimulai dari Spring mengisahkan tentang seorang biksu tua renta (Oh Su-yeong) yang tinggal di sebuah kuil yang terapung di sebuah danau bersama seorang anak kecil (Kim Jong-ho). Segmen selanjutnya Summer mengisahkan si anak kecil tadi yang sudah tumbuh menjadi seorang biksu remaja (Seo Jae-kyeong), suatu ketika dia jatuh cinta dengan seorang wanita (Ha Yeo-jin). Sedangkan segmen Fall mengisahkan tentang biksu remaja tadi yang telah tumbuh menjadi biksu dewasa (Kim Young-min). Begitu juga dengan segmen Winter yang mengisahkan tentang biksu dewasa tadi menjadi biksu tua (Kim Ki-duk). Dan segmen yang terakhir and Spring mengisahkan tentang biksu tua tadi yang kini telah mengasuh anak kecil.

Film ini disutradarai dan ditulis oleh Kim Ki-duk, ini menandai keempat kalinya saya bertemu film-filmnya. Pada intinya film ini lebih bermain di ranah tema coming-of-age yang mana mengisahkan tentang anak kecil yang melalui masa pertumbuhan mulai dari kecil, remaja, dewasa, dan tua. Sesuai judulnya Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring film yang mana setiap musimnya itu juga akan merepresentasikan terhadap pertumbuhan anak kecil itu lewat metafora setiap musimnya. Mulai dari Spring, menggambarkan seorang anak kecil yang sedang tumbuh memaknai kehidupan layaknya ketika musim semi dimana tumbuh-tumbuhan yang juga sedang tumbuh. Summer, yang menggambarkan musim panas lewat seorang anak kecil yang tumbuh ke masa remaja dimana di masa itu sedang panas-panasnya merasakan gejolak-gejolak cinta, merasakan jatuh cinta pertama hingga merasakan bagian pahitnya.

Selanjutnya Fall, si pemuda ini yang jiwanya sedang jatuh karena patah hati mengakibatkan rasa kesedihan, kekecewan, kepahitan dan kehancuran yang begitu mendalam karena cinta semata layaknya dedaunan kering yang jatuh dari pohonnya ketika di musim gugur. Lalu Winter, pemuda ini tadi yang sudah tumbuh tua dan mulai berpikir jernih dan dingin layaknya musim dingin, serta bersiap memulai kembali musim yang baru. Dan yang terakhir and Spring, ini lebih seperti bahwa kehidupan pada dasarnya akan kembali ke awal lagi melewati perputaran siklus kehidupan yang sama. Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring yang mempunyai judul Korea Bom yeoreum gaeul gyeoul geurigo bom ini pun semakin indah ketika dihiasi oleh musik gubahan Bark Jee-woong dan sinematografi arahan Baek Dong-hyeon yang cantik. Musiknya yang lebih seperti musik meditasi yang begitu membuai dan sinematografinya yang berhasil menangkap keindahan alam lewat danau dan pegunungannya yang eksotis.

Secara keseluruhan Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring adalah sebuah film drama dengan balutan coming-of-age-nya dan sentuhan religi yang bagus. Bagaimana Kim Ki-duk menghadirkan sebuah kisah pendewasaan seorang pemuda yang dilambangkan ke setiap musimnya lewat metafora yang begitu mendalam dan indah dalam 103 menit durasinya.

4/5


No comments:

Post a Comment