Pages

October 3, 2012

Republik Twitter (2012)


Sebagai seorang movie-blogger Indonesia, aneh rasanya jika saya tidak pernah mereview film Indonesia. Nah kali ini saya akan mencoba mereview film dari negeri sendiri. Film yang akan saya review kali ini adalah Republik Twitter.

Jejaring sosial atau yang biasa dikenal dengan social network menjadi suatu tren dimasa kini. Hampir setiap orang setidaknya memiliki satu akun jejaring sosial. Bahkan saya saja pernah mencoba beberapa jejaring sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter, Google+, dan masih banyak lagi. Dan tentu tujuan setiap orang memiliki jejaring sosial berbeda-beda seperti, mencari teman, bisnis, ajang promosi, atau bahkan mencari jodoh. Layaknya seperti sebuah koin yang mempunyai dua sisi berbeda, ada beberapa pihak yang menyalahgunakan jejaring sosial sesuai kodratnya seperti sebagai ajang saling menghina yang kadang berbau sara. Lalu apa hubungannya ulasan saya diatas dengan film yang akan saya review kali ini. Seperti yang terlihat dijudulnya Republik Twitter, film ini akan banyak sekali membahas soal Twitter.

Republik Twitter mempunyai dua plot cerita tentang percintaan dan politik. Republik Twitter berpusat pada Sukmo (Abimana Arya) dan Hanum (Laura Basuki). Sukmo datang dari Jogja ke Jakarta berniat menemui Hanum gadis yang ia kenal lewat Twitter. Dengan dibantu temannya Andre (Ben Kasyapani) akhirnya Sukmo pergi ke Jakarta menemui Hanum, namun saat mereka sudah hampir bertemu, tiba-tiba Sukmo menjadi minder dan mengurungkan niatnya. Lalu Sukmo bekerja dengan Belo (Edi Oglek) disuatu warnet sebagai seorang buzzer yang menjadikan orang penting jadi trending topic di Twitter atau dengan kata lain disebut pencitraan di Twitter. Sampai pada suatu waktu ia membantu Hanum yang berniat membuat artikel dari kantornya yang berhubungan dengan kampanye politik lewat Twitter. Dan akhirnya pada saat dua plot ini saling bertemu masalahnya pun menjadi semakin rumit.

Sepertinya Republik Twitter mencoba mengambil aji mumpung, karena secara di Indonesia sekarang Twitter sudah menjadi tren dipublik, apalagi Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai pengguna Twitter terbanyak diseluruh dunia. Republik Twitter dibuka dengan opening credit-title dengan tipografi font ala Twitter serta dengan editingnya yang keren ditambah lantunan lagu Potenzio - Twitter Dunia. Saya suka sekali openingnya. Ceritanya menarik untuk disimak sebenarnya. Kisah percintaan yang dipadu dengan unsur teknologi dan politik. Ya meskipun ceritanya ada yang kurang gimana gitu. Seperti tidak adanya perkenalan bagaimana proses mereka bisa saling kenal di Twitter dan akhirnya mempunyai rasa satu sama lain. Selain itu banyak juga beberapa plot yang berlubang seperti subplot pasangan Andre dan Nadya (Enzy Storia) atau Hanum dengan karakter Gerry (Gary Iskak).

Republik Twitter sarat dengan aroma satirnya. Sindiran-sindiran terhadap para “generasi merunduk” yang Twitter maniac. Dan yang paling saya sukai adalah editingnya yaitu transisi scene by scene yang dilakukan dengan efek animasi visual dengan segala pernak-pernik ala Twitter. Mengenai akting, Laura Basuki sebagai Hanum tampil cukup baik dengan mukanya yang unyu nan cantik itu yang tentunya eye candy dari film ini. Demikian pun dengan Abimana Arya serta pemeran pendukung lainnya, terlebih lagi kepada Edi Golek dengan logat bataknya. Saran untuk kalian jika ingin menonton film ini, sebaiknya kalian bikin akun Twitter. Supaya bisa lebih memahami istilah-istilah yang ada di film ini. Istilah-istilah seperti follow, hashtag, mention, tweet, retweet. Karena jika tidak, anda mungkin akan sedikit kebingungan memahaminya.

Secara keseluruhan Republik Twitter adalah sebuah tontonan yang cukup baiklah. Walaupun ceritanya masih ada yang kurang gimana. Republik Twitter masih saja layak untuk menjadi tontonan di kala bosan dan untuk orang-orang yang menginginkan cerita romantic-comedy dengan bumbu politik. Ya setidaknya satu lagilah film Indonesia yang tidak mengumbar pornografi atau penampakan hantu basi.

Dan follow Twitter saya @hajiabdulkarim.

7/10


No comments:

Post a Comment