August 12, 2013

The Wolverine (2013)

Dari semua mutan di film X-Men, mungkin Wolverine ‘lah mempunyai latar belakang yang kompleks dan yang paling menarik serta berpotensi mengumpulkan pundi-pundi uang dengan dibuatkan film sendiri.

The Wolverine mengisahkan tentang Logan (Hugh Jackman) yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang pasca tiadanya Jean Grey (Famke Janssen). Suatu hari dia bertemu dengan Yukio (Rila Fukushima) lalu dibawa ke Jepang atas permintaan Yashida (Hal Yamanouichi). Namun Logan justru masuk dalam sebuah konflik melibatkan para Yakuza dan Samurai serta mutan bernama Viper (Svetlana Khodchenkova). Ditambah lagi dia diminta harus melindungi Mariko (Tao Okamoto), cucu Yashida.

Sempat beberapa kali mengalami kendala, seperti pemilihan sutradara, namun akhirnya James Mangold yang menduduki bangku tersebut. Naskah ceritanya ditulis oleh trio Mark Bomback, Scott Frank dan Christopher McQuarrie yang mengadaptasi dari komik keluaran tahun 1982 karya Chris Claremont dan Frank Miller dengan memulai setting pasca The Last Stand. Sedikit berbeda dari sajian summer blockbuster kebanyakan, jika biasanya diisi sederetan action spektakuler, sedangkan The Wolverine lebih kelam dan personal serta didominasi oleh drama juga romansa, bukan sajian superhero generik seperti usaha menyelamatkan dunia dari kehancuran. Ya tetapi installment keenam dari X-Men ini juga masih punya bagian-bagian aksi yang seru – dan juga bagian yang membosankan. Namun sayang ada beberapa bagian action yang sebenarnya bisa terlihat lebih bagus lagi jika sedikit dipoles lagi.

Action-nya yang lebih asyik karena menghadirkan pertarungan Wolverine dengan para yakuza, ninja dan samurai. Porsi aksinya mampu tampil cukup bagus mengimbangi dramanya. Adegan di atas kereta api adalah yang terbaik disini. Background ceritanya yang di Jepang juga memberikan daya tarik tersendiri. Untuk visual effect tidak ada yang spesial, layaknya special effect di film action kebanyakan. Scoring-music arahan Marco Betrami disini juga bagus dengan musik-musik campuran berbau Asia. Dari departemen akting, Hugh Jackman tetap menjadi pilihan utama tak tergantikan dan sudah sangat menyatu untuk memerankan Logan/Wolverine si mutan bercakar adamantium yang sangar itu. Sedangkan pemeran pendukung lain yang kebanyakan orang Jepang, ada yang tampil bagus tapi juga ada yang tampil kurang begitu spesial. Oh iya, ada juga mid-credit-scene yang merupakan teaser dari X-Men: Days of Future yang rilis tahun depan.

Secara keseluruhan The Wolverine memang sedikit lebih bagus dari Origins Wolverine. Entah film ini spin-off, sekuel, ataupun stand alone, The Wolverine jelas memiliki beberapa aspek yang terasa kurang dalam durasi dua jam lebihnya itu. Dengan jalan ceritanya yang minim aksi mungkin akan sedikit mengecewakan bagi para penonton sajian musim panas. Namun untungnya masih punya sedereten action yang asyik dan seru.

7/10


No comments:

Post a Comment