Pages

June 28, 2013

Psycho (1960)

Alfred Hitchcock, sutradara yang dijuluki The Master of Suspense ini yang terkenal lewat film-film thriller jeniusnya seperti Vertigo, Rear Window, dan Dial M for Murder. Tapi dari semua filmnya, mungkin film film yang akan saya review inilah yang paling fenomenal, Psycho.

Psycho mengisahkan seorang wanita cantik bernama Marion Craine (Janet Leigh) yang telah membawa lari uang dari tempat dia bekerja. Namun setelah seminggu dia kabur tidak ada kabar, kakak (Vera Miles) dan kekasihnya (John Gavin) pun mencari dia bersama seorang detektif (Martin Balsam). Hingga penyelidikan ke sebuah motel kecil milik Norman Bates (Anthony Perkins). Dan misteri pun terungkap satu per satu.

Cerita Psycho yang diadaptasi dari novel karya Robert Bloch tahun 1959 berjudul sama ini sebenarnya mempunyai cerita yang cukup sederhana dan cenderung mudah diikuti. Namun dibalik kesederhanaan ceritanya itu, Psycho mengajak penontonnya berpikir menebak-nebak apa yang terjadi selanjutnya. Beruntung sekali saya sama sekali tidak tercemar spoiler, saya benar-benar dibuat terkejut oleh twist ending-nya yang jenius. Hitchcock menyusun setiap misteri-misteri yang lama-kelamaan terungkap dengan sangat rapi. Selain twist ending-nya yang edan itu, tentu hal lain yang paling memorable adalah pada saat shower scene yang legendaris itu. Dan dibalik kesederhanaan ceritanya itu, Psycho juga menyimpan banyak filosofi dan pesan moral yang tinggi tergantung bagaimana menginterpretasikannya.

Selain naskah ceritanya yang jenius, Psycho juga didukung oleh aspek teknisnya yang jempolan. Scoring-music-nya arahan Bernard Herrmann yang ciamik semakin membuat setiap scenes-nya terasa menyeramkan. Sinematografi yang disajikan dengan nuansa hitam-putih, tapi bukan berarti hasilnya akan menjadi menjemukan dan membosankan. Justru memberikan atmosfer creepy tersendiri untuk jalannya cerita. Dan membuat sinematografi arahan John L. Russell ini masuk nominasi best cinematography di Oscar 1961. Dari departemen akting, credit terbesar jelas diberikan kepada Janet Leigh dan Anthony Perkins, mereka berdua berhasil menyuguhkan kualitas akting yang sangat bagus. Bahkan Janet sendiri berhasil masuk nominasi best supporting actress di Oscar 1961.

Secara keseluruhan Psycho adalah sebuah thriller psikologis yang masterpiece dari seorang Alfred Hitchcock. Berhasil menyabet 4 nominasi Oscar di zamannya, termasuk best director untuk Hitchcock. Sebuah film dengan teknik penyutradaraan perfeksionis dari Hitchcock, kepingan puzzle bertebaran terangkai satu demi satu membentuk sebuah plot cerita sederhana, twist ending yang mengejutkan, aspek teknis yang ciamik, akting yang gemilang. Semuanya terhampar rapi dalam balutan hitam putih di 109 menit durasinya.

8.5/10


1 comment:

  1. shower scene itu katanya yang megang pisaunya langsung hitchcock gan..tapi kenapa di film hitchcock Janet Leighnya diganti sama scarlet coba,, padahal ga mirp dari mukanya..hehe

    ReplyDelete