July 26, 2013

Pacific Rim (2013)

Guillermo del Toro, sutradara asal Meksiko yang namanya sudah tidak terelakkan lagi di belantika film dunia. Apalagi sejak mendapatkan Oscar lewat Pan’s Labyrinth tahun 2006 silam, serta beberapa kali ikut terlibat sebagai orang dibalik layar di sejumlah film ternama. Dan tahun ini dia pun mengeluarkan film terbarunya, Pacific Rim.

Pacific Rim mengisahkan tentang di masa depan bumi yang harus menghadapi  makhluk asing bernama Kaiju, segerombolan monster raksasa yang masuk dari dimensi lain di Samudera Pasifik. Sebuah proyek pun dilakukan untuk melawan Kaiju, yakni dengan membuat robot raksasa bernama Jaeger, robot yang dikendalikan oleh dua orang. Dengan proyek yang dikomandani Stacker Pentecost (Idris Elba), dia pun menunjuk Raleigh Becket (Charlie Hunnam) untuk menaiki Jaeger bersama Mako Mori (Rinko Kikuchi).

Harus diakui Pacific Rim mempunyai kualitas penceritaan yang lemah dan mempunyai kualitas visual yang sangat bagus – jika tidak ingin dikatakan hanya berisi sederetan action kosong seperti film mobil berubah jadi robot. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Guillermo del Toro dan Travis Beacham, Pacific Rim memulai start yang bagus di awal, membiarkan kita mengenal lebih lanjut tentang apa, siapa dan bagaimana itu Kaiju dan Jaeger. Membiarkan para penontonnya ikut terjebak ke dalam dunia fantasinya del Toro. Namun menjelang akhir perlahan semakin melemah dan mengobatinya dengan sederetan aksi monster vs robot yang spektakuler. Yup, action dan visualnya memang jadi jualan utamanya disini. Efek visual macam gedung berhancuran serta ledakan dimana-mana dalam skala besar, desain serta pertarungan robot dan monster yang keren.

Tentu efek visualnya itu tidak akan semenakjubkan itu jika tidak didukung oleh tata sinematografi dan musiknya yang gemilang. Sinematografi arahan Guillermo Navarro yang berhasil memberikan gambar-gambar imajinasi del Toro dengan bagus. Ditemani tata musik arahan Ramin Djawadi yang juga mampu mengawal jalannya cerita. Dari departemen akting Charlie Hunnam dan Rinko Kikuchi yang bermain aman, dua karakter yang sama-sama memiliki rasa pahit dari masa lalunya. Lalu ada Charlie Day dan Burn Gorman yang tampil lebih menarik dibanding yang lain dengan gaya komikal mereka. Lalu ada juga Mana Ashida, pemeran si Mako waktu kecil yang diluar dugaan mencuri perhatian walaupun dengan durasinya yang terbatas, bahkan bisa dibilang kualitas aktingnya paling bagus dari para senior-seniornya itu. Sedangkan pemeran lainnya tidak ada yang terlalu spesial, termasuk Idris Elba. Selain itu, del Toro yang juga mengaku terinspirasi dari film-film monster dan robot khas Jepang masa kecilnya. Jadi del Toro akan membawa Pacific Rim untuk reuni bersama kenangan dan fantasi penontonnya yang pernah hidup di zaman itu.

Secara keseluruhan Pacific Rim adalah contoh sebuah film dengan penceritaan yang lemah tentang para robot yang menyelamatkan bumi dari serbuan maut monster, namun beruntung diobati dengan efek visualnya yang spektakuler serta megah dan tidak bisa dikatakan buruk. Sekali lagi Pacific Rim memang bukan karya terbaiknya Guillermo del Toro dengan segala dunia fantasinya yang liar. Bahkan sebenarnya film ini tidak memenuhi ekspektasi saya. Dan saya tidak bilang film ini jelek dan tidak bilang bagus-bagus amat juga. Tapi jelas film ini adalah sajian summer blockbuster yang jangan sampai anda lewatkan.

7.5/10


No comments:

Post a Comment