February 8, 2016

Steve Jobs (2015)


Steve Jobs menceritakan tentang kisah jatuh bangun persiapan 3 launching produknya Steve Jobs (Michael Fassbender) dalam kurun waktu 1984 hingga 1998.

Well sebenarnya ini bukan pertama kalinya kisah tentang founder Apple Inc., mendiang Steve Jobs dihaturkan dalam media layar lebar. Sebelumnya sudah ada Jobs (2013) milik Joshua Michael Stern yang diperankan oleh Ashton Kutcher, yang unfortunetaly hasilnya terbilang kurang baik. Dan kali ini kendali sutradara dipegang oleh Danny Boyle (28 Days Later, Slumdog Millionaire, 127 Hours), dan diperankan oleh Michael Fassbender, sedangkan screenplay ditulis oleh the one and only Aaron Sorkin. Di atas kertas film Steve Jobs ini memang lebih meyakinkan dilihat dari deretan nama yang ada didalamnya. And yes it is different.

Di satu sisi Steve Jobs jatuhnya terlihat lebih seperti sequelnya Jobs. Jika Jobs berfokus pada kehidupan Steve di kampus serta awal mula pembuatan hingga introduction of iPod di tahun 2001. Sedangkan Steve Jobs berfokus pada 3 lini masa; launching Apple Machintosh, NeXT Computer, dan iMac G3. Tanpa adanya latar belakang awal mulanya dan tanpa ada momen Steve presentasi. Yang justru diceritakan di sini adalah kisah drama dibalik layar sebelum Steve presentasi. Kisah di mana Steve berjibaku dengan kehidupan pribadinya; keluarga, sahabat, dan perfeksionitas. Kudos untuk Aaron Sorkin yang sudah mengemas penceritaannya Steve Jobs terasa begitu kompleks lengkap dengan dialog-dialog cerdas, cepat dan intensnya.

Michael Fassbender yang di sini memiliki tanggung jawab dan beban yang berat dalam memerankan Steve Jobs berhasil melakukannya dengan ciamik. Begitu believable – walau sebenarnya kalau dari segi kemiripan muka, Ashton lebih mirip saya rasa – bagaimana Fassbender menghantarkan setiap dialognya begitu apik, merasakan bagaimana sosok Steve yang begitu visioner, perfectionist, dan angkuh. Tak ketinggalan ada Kate Winslet, Seth Rogen, Michael Stuhlbarg, dan Jeff Daniels yang juga tak kalah apik. Well all in all, salut atas penyutradaran Danny Boyle yang begitu sempurna dalam durasi 122 menitnya, ya beginilah bagaimana film biopik tentang maestro teknologi seharusnya dibuat. 4/5


No comments:

Post a Comment