February 8, 2013

Django Unchained (2012)

Quentin Tarantino, sutradara yang terkenal berani “bereksperimen”, sering meminjam inspirasi film dari mana saja. Seperti yang dilakukannya di Inglorious Basterds, kisah tentang penindasan Nazi terhadap Yahudi dibuatnya menjadi film yang ala Tarantino banget. Kini dia kembali berbuat ulah di film terbarunya, Django Unchained.

Django Unchained mengisahkan tentang seorang budak bernama Django (Jamie Foxx) yang bertemu dengan dengan seorang dokter gigi sekaligus bounty hunter bernama Dr. King Schultz (Christoph Waltz). Dia dibebaskan Schultz dari perbudakan untuk membantu mencari tiga orang buronan. Lalu mereka pergi ke sebuah perkebunan yang dimiliki Calvin Candie (Leonardo DiCaprio). Namun keadaan semakin rumit ketika dengan beruntungnya Django bertemu dengan istrinya yang sudah lama dia cari, yakni Broomhilda (Kerry Washington) yang adalah salah satu budaknya Candie. Negosiasi pun terjadi, dan tentu bernego dengan seorang pemilik kebun yang kejam tidaklah mudah.

Adanya nama Quentin Tarantino dibangku sutradara tentu sudah menandakan bahwa film ini bukan film biasa. Merangkap juga sebagai penulis cerita. Apalagi Tarantino kali ini mengusung genre yang bisa dibilang sering dinomor duakan, yaitu western. Setelah kung-fu di Kill Bill lalu Nazi di Inglorious Basterds, kini Tarantino akan bermain-main dengan koboi di Django Unchained. Seperti film-film sebelumnya, Tarantino masih sinting, masih dengan gaya nyelenehnya dan masih brutal. Bagaimana tidak, film ini sarat dengan isu-isu hangatnya macam perbudakan dan rasisme. Namun Tarantino berhasil membalut tema-tema itu menjadi sebuah sajian yang tanpa harus terlihat provokatif, malah menjadi sebuah tontonan yang menyenangkan. Django Unchained memang brutal, banyak adegan-adegan jual beli peluru yang keren hingga menghasilkan darah berbanjiran, kepala hancur, tangan kaki ketembak, hingga penis tertembak. Lalu adegan penyiksaan dengan kekerasan tingkat tingginya, punggung dicambuk, kulit disodorin besi panas, tubuh digigit anjing ganas.

Tidak hanya sampai disitu kepuasan saya. Django Unchained juga dihiasi dengan dialog-dialog panjang dengan bumbu-bumbu komedinya yang bersifat sindiran yang mungkin akan sukses membuat anda minimal tersenyum. Saya juga suka sinematografinya yang keren, ada beberapa shot yang menggunakan teknik zoom in-zoom out, berhasil masuk nominasi Oscar untuk best cinematography. Lalu scoring music-nya juga unik, kadang menghadirkan musik-musik khas koboi, kadang terdengar menegangkan, kadang juga terdengar lucu. Dan tentunya para departemen aktingnya, Jamie Foxx dia memang tampil bagus, dia memang pemeran utamanya. Tapi performanya tidak lebih bagus dari Christoph Waltz, karakter yang tampil serius namun juga mampu terlihat jenaka sebagai Dr. Schultz. Selanjutnya Leonardo DiCaprio yang bermain gila apalagi saat adegan di meja makan. Pemeran pendukung lainnya juga tampil gemilang macam Samuel L. Jackson dan Kerry Washington. Dan jangan lupa dengan cameo-cameo yang dihadirkan Tarantino.

Ya, ini bukan filmnya Christopher Nolan dengan cerita berlapis dan twistnya, ini bukan filmnya James Cameron dengan spesial efeknya yang megah. Tapi ini adalah film dari seorang Quentin Tarantino dengan segala kegilaan imajinasi terliarnya. Django Unchained berhasil menjadi angin segar baru untuk genre western. Yah kita lihat saja, dengan mengantongi 5 nominasi; best picture, best writing-original screenplay, best sound editing, best cinematography dan best supporting actor untuk Christoph Waltz. Apakah Django Unchained mampu berbicara banyak di ajang Oscar ke-85 nanti. Kita tunggu saja pengumumannya tanggal 24 Februari 2013 nanti.

8/10

1 comment:

  1. mash ga ngerti kanapa DiCaprio di-snubbed bwt Oscar, padahal beda bgt perannya, Waltz juga bagus-cuma ya...ga beda2 amat sama Hans Landa..

    ReplyDelete