February 5, 2013

Zero Dark Thirty (2012)

Kathryn Bigelow, sutradara yang tahun 2010 lalu menuai rekor dan prestasi sebagai sutradara wanita pertama yang mendapat best director di ajang Oscar ke-82 lalu bersama dengan The Hurt Locker. Dan kini tahun lalu Bigelow kembali membuat film dengan tema tidak jauh berbeda, dan juga mampu berbicara di Oscar, Zero Dark Thirty.

Zero Dark Thirty yang mengisahkan tentang seorang anggota CIA bernama Maya (Jessica Chastain) yang sudah lama melakukan penyelidikan tentang Osama bin Laden setelah kejadian 9/11. Dibantu dengan anggota CIA lainnya dan para tentara. Dia mengumpulkan petunjuk-petunjuk sampai akhirnya dia mendapatkan informasi dimana keberadaan Osama. Lalu dengan tim khusus yang bertugas melakukan penyerbuan ke rumah Osama. Dan kita pasti tahu bagaimana endignya, Osama bin Laden pun ditemukan dan terbunuh. Tapi apakah orang yang mereka bunuh itu adalah benar Osama bin Laden yang sesungguhnya?

Sama seperti The Hurt Locker, Zero Dark Thirty masih membahas tentang tentara-tentara, masih bersetting di timur tengah, masih ada ledakan-ledakan bom. Naskah cerita Zero Dark Thirty yang ditulis Mark Boal tentang perburuan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden. Istilah Zero Dark Thirty sendiri adalah istilah militer di sana untuk 30 menit setelah tengah malam ketika penyerbuan teroris paling dicari didunia itu. Dibuka dengan adegan penganiayaan seseorang tawanan yang diikat ditali lalu diinterogasi, cukup epic menurut saya. Setelah itu kita akan melihat sosok Maya bersama timnya yang berusaha mengumpulkan petunjuk-petunjuk dimana tempat persembunyian Osama. Ya, Zero Dark Thirty jauh lebih cerdas, lebih serius, dan tentunya jauh lebih kontrovertif. Dua jempol untuk Kathryn Bigelow sang sutradara yang mampu mengeksekusi naskah cerdas Boal menjadi sebuah sajian penyerbuan teroris yang realistis, tempo cerita yang tersusun rapi tampak nyaris tanpa cela.

Alurnya sendiri sebenarnya berjalan cukup lambat. Jauh dari perkiraan saya sebelumnya saat pertama kali mengetahui sinopsis dan menonton trailer awalnya. Namun untungnya lambat laun secara perlahan ceritanya semakin menarik untuk diikuti. Saya suka sekali 45 menit terakhir dari film ini. Sebuah aksi penyerbuan maut ke rumah yang katanya tempat Osama berada. Melihat bagaimana para tentara melakukan aksi penyergapan secara professional, bahkan tidak segan-segan untuk menembak wanita sekalipun. Dan katanya, durasi penyergapan di film ini hampir sama dengan durasi penyergapan sesungguhnya. 45 menit terakhir film inilah yang membuat saya sangat-sangat menyukai film ini, sisanya saya hanya mencoba untuk menyukainya saja. Karakter Maya tentu menjadi karakter sentral di film ini, diperankan Jessica Chastain dengan sangat gemilang. Seorang wanita yang telah mengabdikan hidupnya bertahun-tahun untuk menyelidiki keberadaan gembong teroris nomor satu dunia itu. Alhasil Jessica Chastain berhasil mengantongi nominasi best actress Oscar.

Hadir dengan cerita yang tertata rapi, menggabungkan beberapa fakta yang ada bersama dengan naskah cerdas dari Boal, penampilan akting pemeran utamanya yang tampil cemerlang, dan dengan segala kontroversinya terpampang bagus dalam durasi 157 menitnya.  Berhasil masuk di lima kategori Oscar; best picture, best actress, best writing-original screenplay, best sound editing, dan best film editing. Ya saya menyukai Zero Dark Thirty. Tapi jujur saya sebenarnya lebih menyukai The Hurt Locker di banding ini. Masih berada satu tingkat dibawah The Hurt Locker, namun jelas Zero Dark Thirty jelas akan menjadi salah satu film drama-thriller tentang terorisme terbaik yang pernah dibuat umat manusia dalam beberapa tahun terakhir.

8/10

No comments:

Post a Comment