Pages

Showing posts with label Animation. Show all posts
Showing posts with label Animation. Show all posts

May 3, 2014

Short Review: Labor Day (2013), Enemy (2014), Ernest & Celestine (2012)

Straight to the point, isi post ini adalah short review dari beberapa film yang saya tonton akhir-akhir ini. Pengennya sih bikin reviewnya satu-satu, tapi karena suatu hal yang tidak dapat diceritakan disini akhirnya digabungin dalam satu post saja. So, without further ado, these are short review of Labor Day, Enemy, and Ernest & Celestine.

February 15, 2014

The LEGO Movie (2014)

“If this relationship is going to work out between us I need to feel free to party with a bunch of strangers whenever I felt like it. I will text you.” – Batman

The LEGO Movie mengisahkan tentang Emmet (Chris Pratt) seorang pekerja konstruksi yang tanpa sengaja menemukan Piece of Resistance, yakni sebuah benda yang dapat membawanya pada suatu yang berbeda. Suatu hari dia pun di tahan oleh Bad Cop (Liam Nesson) karena suruhan Lord Business (Will Ferrell). Disana Emmet mengetahui bahwa Lord Business hendak menghancurkan dunia dengan sebuah senjata bernama Kragle. Sampai seorang wanita bernama Wyldstyle (Elizabeth Banks) menyelamatkannya dan membawanya kepada Vitruvius (Morgan Freeman). Mulai saat itulah Emmet mencoba untuk menyelamatkan dunia dari ancaman berbahaya Kragle.

Film animasi ini disutradarai oleh duo Phil Lord dan Chris Miller. Duet sutradara yang pernah membawa kita animasi Cloudy with a Chance of Meatballs (2009) dan komedi 21 Jump Street (2012) ini juga bertindak sebagai penulis screenplay-nya. Mereka coba membawa mainan LEGO yang sering kita mainkan dulu semasa kecil ke media layar lebar. Mengeksplorasi dan mengkreasikan imajinasinya dengan membentuk suatu plot penceritaan yang seiring berjalan punya pengembangan cerita lain. Ini seperti yang sudah dilakukan Transformers (2007) dan Battleship (2012), yang juga sama-sama film berdasarkan mainan. The LEGO Movie mengusung konsep stop motion yakni dengan gerakan patah-patah kaku, semua set-nya juga dibuat seolah-olah memang dunia LEGO, mulai dari karakternya, bangunan, dan ornamen lain dibuat seperti terbuat dari kepingan-kepingan plastik LEGO.

September 23, 2013

5 Centimeters Per Second (2007)

Bicara tentang film animasi Jepang, jelas tidak lepas dari Ghibli Studio. Studio animasi yang terkenal lewat animasi yang bagus macam My Neighbor Totoro dan Spirited Away. Tapi ada satu nama studio animasi Jepang lagi yang kualitasnya tidak kalah bagus yakni, CoMix Wave Inc. Yang salah satu filmnya tahun 2007 lalu hadir lewat 5 Centimeters Per Second. Film animasi ini terbagi menjadi tiga segmen yang mana sama-sama berpusat pada tokoh bernama Takaki Tono.

Segmen pertama, Cherry Blossoms. Mengisahkan tentang Takaki Tohno (Mizuhashi Kenji) yang harus berpisah dengan sahabatnya, Akira Shinohara (Yoshimi Kondou), karena tuntutan pekerjaan orang tua Akira yang harus pindah ke kota lain. Setahun kemudian, Takaki berkeputusan untuk menjumpai Akari sebelum jarak mereka semakin jauh. Segmen kedua, Cosmonaut. Mengisahkan tentang Takaki yang sudah menginjak bangku kelas 3 SMA. Sementara itu teman sekelasnya, Kanae Sumida (Satomi Hanamura) menaruh hati kepada Takaki sejak bangku SMP. Segmen terakhir, 5 Centimeters Per Second. Mengisahkan tentang Takaki yang sudah lulus sekolah dan bekerja di sebuah perusahaan. Sementara Takaki masih tidak melepaskan perasaanya terhadap Akira.

August 28, 2013

My Neighbor Totoro (1988)

Studio Ghibli adalah sebuah studio animasi dari Jepang yang sukses menelurkan banyak film animasi hebat, dan salah satunya adalah My Neighbor Totoro.

My Neighbor Totoro mengisahkan tentang sebuah keluarga – seorang ayah, dua anak perempuan; Satsuke dan Mei, sementara sang ibu dirawat di rumah sakit – yang baru saja pindah rumah. Suatu hari Mei sedang bermain-main di halaman rumahnya. Tiba-tiba suatu makhluk kecil aneh muncul dan menarik perhatian Mei. Dia pun penasaran dan mengikuti  makhluk tersebut, yang membawanya ke sebuah hutan lalu bertemu dengan makhluk lucu misterius yang disebutnya Totoro.

Film animasi yang berjudul Jepang Tonari no Totoro ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki. My Neighbor Totoro sarat dengan unsur fantasinya. Meskipun fantasi, cerita animasi ini tergolong ringan-ringan saja. Tidak ada dramatisasi atau konflik yang berarti. Jadi, animasi ini dapat dikonsumsi semua umur. Namun daripada itu jika dicerna lebih dalam lagi. My Neighbor Totoro memiliki pesan moral dan kiasan tentang arti kehidupan. Satsuke dan Mei symbol kemurnian manusia, sedangkan Totoro adalah alam. Dan disini Totoro membantu kakak beradik tersebut dalam menghadapi masalah. Yang artinya jika manusia menjaga alam, maka alam pun akan membantu kita. Selain itu My Neighbor Totoro juga memiliki momen-momen menyentuh yang melibatkan hubungan antara ibu dan anak serta kakak dan adik.

August 26, 2013

Persepolis (2007)

It was thrilled by ‘Persepolis’, a brilliant animated version of Marjane Satrapi’s spirited autobiographical novels, easily one of the most successful comic-book-page-to-screen translations I’ve seen, fluid and inventive – Entertainment Weekly.

Persepolis mengisahkan tentang Marjane, anak perempuan yang harus menghabiskan masa kecilnya di  masa-masa revolusi  negara Iran yang tengah bergejolak hingga menjadi negara Islam. Perubahan sistem negara ini pun bukannya menjadi lebih baik, malah kebebasan mereka semakin sempit. Apalagi diperparah dengan serangan dari negara lain. Yang membuat Marjene harus dikirim ke Vienna, Austria untuk melanjutkan sekolahnya karena keadaan negaranya yang sudah tidak aman lagi.

Film animasi ini diadaptasi dari novel grafis karya Marjane Satrapi, yang juga sekaligus menjadi sutradaranya bersama Vincent Paronnaud. Persepolis hadir dengan gaya animasi yang bisa dibilang unik dan artistik yakni kira-kira 95% dibalut hitam putih, apalagi pada saat itu yang dunia animasi sedang digempur hebat oleh Pixar dan Dreamworks bahkan Disney, keputusan Marjane dan kawan-kawan bisa dibilang cukup berani. Namun justru gaya animasinya itu menjadi keunggulan tersendiri dari film ini. Tidak hanya dari gaya animasi yang terbilang berani, tapi juga dari ceritanya. Ceritanya yang ternyata adalah autobiografi dari sang penulis sendiri. Mengangkat cerita bernuansa politis yakni pada masa pergolakan politik negara Iran yang memanas karena penentangan terhadap rezim Syah Iran waktu itu hingga perang Iraq-Iran.

July 16, 2013

Despicable Me 2 (2013)

Tiga tahun lalu Illumination Entertainment berhasil menggebrak dunia animasi – walaupun tidak mampu menandingi keperkasaan Toy Story 3 – saat itu dengan film mereka Despicable Me bersama karakter fiksi Minion yang berhasil mencuri perhatian dunia dan meraup pendapatan yang tinggi. Tahun ini mereka mencoba meraih keuntungan yang sama dengan membuatnya sekuelnya, Despicable Me 2.

Despicable Me 2 mengisahkan tentang Gru (Steve Carrell) yang diculik oleh salah satu agen The Anti-Villain League, Lucy (Kristen Wiig) untuk menemui pemimpin mereka, Silas Ramsbottom (Steve Coogan). Yang meminta bantuan kepada Gru untuk menemukan seorang penjahat yang telah mencuri sebuah laboratorium penilitan. Disisi lain dia juga harus menjadi ayah bagi ketiga puterinya; Margo (Miranda Cosgrove), Edith (Dana Gaier) dan Agnes (Elsie Fisher).

Adanya Minion jelas menjadi senjata utama di film ini. Jika tidak ingin dikatakan bahwa kualitas grafis animasi mereka masih dibawah rumah produksi animasi tetangga sebelah. Porsi kehadiran Minion yang lebih banyak dari film pertamanya. Tidak hanya berhasil menjadi sumber kelucuan dengan segala aksi konyol mereka, namun juga berhasil menjadi material promosi yang sukses. Siapa yang tidak tertawa melihat kehadiran mereka. Saking dilipat gandakannya kehadiran Minion di sekuelnya ini, cerita filmnya dikesampingkan. Jalinan cerita yang tidak fokus terhadap jalan cerita yang sebenarnya, banyak pengembangan cerita seperti asmara yang kurang mampu tampil simpatis. Cerita yang awalnya diatas kertas terlihat meyakinkan itu pun lambat laun menjadi melelahkan

January 4, 2013

Frankenweenie (2012)

Tim Burton, seorang sutradara yang terkenal dengan film-filmnya yang bernuansa dark dan gothic, baik animasi ataupun live action. Tahun 2012 yang lalu dia kembali menelurkan film bernuansa sama, dibuat kembali dari film pendeknya Tim Burton tahun 1984 lalu dengan judul yang sama yang juga parody dan homage dari Frankenstein, yaitu Frankenweenie.

Frankenweenie mengisahkan tentang Victor Frankenstien (Charlie Tahan) seoraang bocah yang memiliki seekor anjing bernama Sparky. Mereka sangat dekar sekali layaknya seperti sepasang sahabat. Singkat cerita Sparky meninggal karena tertabrak mobil. Victor pun sangat sedih dengan kejadian itu, sampai suatu hari gurunyya Mr. Rzykruski (Martin Landau) yang mengajarkan tentang kodok yang bisa hidup kembali setelah dialiri aliran listrik. Victor pun mengaplikasikan teori tersebut ke Sparky, dan eksperimennya itu berhasil, Sparky pun hidup kembali.

Dalam durasi 87 menit Frankenweenie dibalut dengan nuansa hitam putih. Tapi bukan berarti membuatnya menjadi sebuah tontonan membosankan dan tidak menarik. Justru disitulah letak keindahan dari film ini. Diisi jajaran cast pengisi suara yang memang tidak terlalu terkenal, namun semua pengisi suara tersebut sukses membuat setiap karakter di Frankenweenie begitu hidup. Ditambah lagi aspek teknis seperti scoring-music arahan Danny Elfman yang bagus, minimalis tapi dikemas dengan maksimal, berhasil menambah atmosfir horrornya semakin terasa. Burton berhasil membuat naskah yang ditulis oleh John August itu menjadi sebuah cerita yang Burton sekali. Apalagi menjelang akhir, Burton seperti membuat sebuah tribute untuk film horror klasik.

December 28, 2012

ParaNorman (2012)

Laika, sebuah rumah produksi yang pada tahun 2009 lalu merilis film pertama mereka berjudul Coraline yang disutradarai Henry Sellick, sebuah horror animasi yang berhasil masuk menjadi salah satu nominasi The Best Animated Feature diajang The 81st Annual Academy Awards. Dan kini tahun 2012 mereka kembali merilis film keduanya yang masih tetap dijalur sama yaitu animasi horror, ParaNorman.

ParaNorman mengisahkan tentang Norman seorang anak kecil yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Selain itu dia juga mempunyai beberapa perilaku aneh yang berkaitan dengan hantu seperti gemar menonton film horror, suka memajang poster menyeramkan dan barang-barang lainnya mengenai hantu. Sikapnya itupun lantas membuat orang disekitarnya mulai dari teman-temannya bahkan sampai keluarganya mencap dia sebagai anak yang aneh. Sampai pada suatu hari Norman diberi tugas oleh pamannya untuk menghentikan kutukan penyihir yang telah melegenda di kotanya.

Film yang disutradarai duet Sam Fell dan Chris Butler ini dibalut dengan visualsasi yang sangat cantik dan jalan ceritanya yang menarik, bagaimana duo sutradara ini yang berhasil membuat ceritanya begitu nyaman untuk diikuti setiap detiknya apalagi ditambah dengan komedi-komedinya yang beberapa dapat memancing gelak tawa saya dan mengangkat isu tentang bully. Karakter-karakter di film ini juga sangat memorable bagi saya dengan segala kekhasan karakternya masing-masing, Selain itu ParaNorman juga memiliki pesan moralnya yang mengena, seorang from nothing to something yang pada awalnya di pandang sebelah mata namun pada akhirnya menjadi seperti pahlawan.

December 1, 2012

Wreck-It Ralph (2012)


Apa jadinya jika anda seorang yang gemar main video game dan juga gemar menonton film? Dan suatu saat dipertemukan dengan sebuah film yang menceritakan seputar game. Saya yakin itu sangat menyenangkan bagai mimpi basah. Mungkin itu yang anda rasakan saat menonton film yang akan saya review kali ini, Wreck-It Ralph.

Mengisahkan tentang Wreck-It Ralph (John C. Reilly) seorang karakter antagonis di sebuah video game. Sedangkan karakter protaginisnya adalah Fix-It Felix (Jack McBrayer). Yang mana di game tersebut tugas Ralph adalah menghancurkan bangunan, lalu Felix bertugas untuk menyusunnya. Dan setiap Felix menang dari Ralph, dia selalu mendapat medali. Ralph pun jenuh, dia diam-diam menyelinap ke video game lain agar mendapat pengakuan. Tentu dengan tidak adanya Ralph di game terdahulu dengan adanya Ralph di game barunya itu membuat struktur menjadi kacau. Lantas, bagaimana kisah selanjutnya dari Ralph?

Wreck-It Ralph dibuka dengan film pendek berjudul Paperman sutradara John Kahrs berdurasi 7 menit dengan balutan hitam putih, bercerita tentang pria pekerja kantoran yang melempar pesawat kertas ke wanita yang dia inginkan, dia berusaha agar pesawat itu samapi ke wanita. Oke kembali ke Wreck-It Ralph. Alur cerita sederhana yang belum pernah saya temui di film manapun, sedikit mengingatkan saya dengan Toy Story. Jika Toy Story mengisahkan mainan-mainan yang mempunyai kehidupan sendiri, kalau Wreck-It Ralph para karakter-karakter game. Jempol untuk Paul Johnston dan Jennifer Lee sang penulis naskahnya. Walt Disney yang sekali lagi mengangkat tema persahabatan dengan dialog-dialog cerdas yang pada akhirnya mampu menyentuh hati membuat penonton meronta-ronta melihatnya, menyampaikan pesan moral tanpa harus terlalu menggurui. Diisi jajaran pengisi suara handal macam John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer, dan Jane Lynch. Dengan suara-suara mereka yang berhasil manghidupkan setiap karakter yang mereka perankan.