December 28, 2012

Dredd 3D (2012)

Dredd sebuah film reboot dari versi lamanya tahun 1995 yang berjudul Judge Dredd dibintangi Sylvester Stallone. Dan sampai saya menulis review ini, saya belum pernah menonton versi tahun 1995-nya itu. Tapi menurut fakta yang beredar, versi pertamanya itu dicap gagal, baik dari segi pendapatan maupun dari segi kualitas tata produksinya. Dan sekarang tahun 2012 Dredd dibuat dengan embel-embel 3D.

Dredd yang bersetting di kota fiktif masa depan Mega-City One menceritakan tentang sebuah pekerjaan yang diberi nama Judge. Salah satu anggotanya adalah Dredd (Karl Urban). Sampai suatu hari Dredd mendapat tugas untuk membeir nilai kepada seorang rookie bernama Cassandra Anderson (Olivia Thirlby).  Ketika mereka sedang menyelidiki sebuah kasus kematian, mereka justru bertemu dengan masalah yang jauh lebih besar yaitu menghadapi produsen obat terlarang Madeline Madrigal a.k.a. Ma-Ma (Lena Headey). Tapi sebelum menghadapi bosnya, Dredd dan Anderson harus menghadapi anak buahnya terlebih dahulu sebelum mereka bertemu dengan bosnya dilantai 200.

Jika melihat plot ceritanya mungkin anda berpikir film ini menjiplak The Raid: Redemption. Tidak! Proses produksi Dredd malah jauh lebih dahulu dibanding The Raid memulai syuting. Lagipula Dredd adalah film yang diangkat dari komik dengan judul yang sama. Tapi entah kebetulan atau tidak, selain fakta bahwa ceritanya yang hampir mirip. Jika kita melihat dengan seksama kedua judul tersebut, Dredd dan The Raid, pelafalan katanya juga hampir mirip. Selain itu di beberapa adengan Dredd juga ada yang mirip sedikit mengingatkan saya dengan The Raid.

Oke cukup dengan Dredd vs The Raid-nya. Now, back to Dredd. Dredd dibalut dengan visualisasi yang menarik, bisa dilihat dibeberapa bagian yang super slow-motion dikarenakan efek slo-mo yang terpengaruh karena menghisap narkoba. Selain itu Dredd juga dipenuhi dengan aksi tembak-tembakannya yang brutal seperti adegan muncratan darah, isi kepala yang pecah. Dan semua adegan sadis itu menjadi sangat indah ketika ditambah dengan scoring music-nya yang sangat pas, diiringi musiknya yang ditempatkan di bagian yang tepat untuk membuat jantung penonton terpompa kencang.

Karl Urban yang berperan sebagai Dredd disini bermain dengan bagus, meskipun dengan ditutupi oleh topeng dan yang terlihat hanyalah mulutnya saja. Akting dia bisa dilihat dari gerak tubuhnya dan dialog demi dialog yang dia ucapkan. Lalu Olivia Thirlby sebagai si rookie Anderson tentu disini sebagai pemanis dari sekian adegan brutal yang ada, parasnya yang cantik dan aktingnya yang memukau. Lena Headey sebagai main villain di film ini yaitu Ma-Ma seorang wanita yang begitu ditakuti para anak buahnya, ditambah dengan tatariasan seperti bekas jahitan diwajahnya membuat karakter itu semakin hidup lagi diperankannya.

Secara keseluruhan Dredd adalah sebuah flm reboot yang terbilang jauh lebih berhasil dibandingkan versi 1995-nya. Berhasil mengangkat lagi harkat dan martabat Judge Dredd sebagai hero yang selalu menjaga identitasnya dengan selalu memakai topeng seperti yang diceritakan di komiknya.

7.5/10



No comments:

Post a Comment