January 10, 2013

Countdown (2012)


GTH, sebuah rumah produksi film dari Thailand yang terkenal menelurkan film-film horror edan dan rom-com unyu. Kini film terbaru dari GTH yang akan saya review kali ini sedikit berbeda dari keluaran film sebelumnya. Film yang katanya adalah bergenre horror-slasherCountdown.

Countdown yang bersetting di New York berkisah tentang tiga orang remaja Thailand bernama Jack (Pachara Chirativat), Bee (Jarinporn Joonkiat) dan Pam (Pataraya Krueasuwansiri) yang menutuskan menghabiskan malam tahun baru di apartemen saja dengan mengisap ganja. Mereka pun menelpon seorang pengedar ganja bernama Jesus (David Asavanond). Malam tahun baru yang tadinya berjalan penuh kebahagiaan pun lama-kelaman mulai berubah menjadi sebuah “mimpi buruk” yang “manis” bagi ketiga remaja tersebut.

Film yang dustradarai Nattawut Poonpiriya dimulai dengan kesan tidak terlihat seperti sebuah film slasher yang meyakinkan. Menit demi menit diawal dilalui dengan dialog-dialog serta lelucon khas Thailand. Setidaknya baru setengah jam lebih dari film ini baru muncul darah. Mulai saat itulah saya merasa fase brutal akan segera dimulai. Darah demi darah pun mulai bercucuran. Dengan hanya bermain-main dengan nail gun, pistol, dan seperangkat alat rumahan lainnya, ternyata Countdown berhasil membuat detak jantung saya berlari-lari. Meski sebenarnya adegan slasher yang dihadirkan tidak terlalu mengerikan, masih dalam skala menengah ke bawah lah. Jika anda yang mengharapkan film ini penuh dengan adegan slasher tingkat tinggi layaknya film Evil Dead, jelas film ini akan berakhir dengan kekecewaan besar. Tapi jika anda seorang penonton yang datang ke bioskop untuk mengharapkan hiburan semata, jelas ini adalah tontonan yang sangat menghibur.

Lantas apa yang paling saya sukai dari film ini? Maksud dan pesan moral yang terkandung dari film inilah yang paling saya sukai. Tergantung bagaimana kita menginterpretasikannya. Pesan moral apa itu? Yang jelas susah bagi saya untuk menjelaskannya disini, lebih baik tonton sendiri filmnya. Untuk sebuah film yang katanya horror-slasher, saya rasa Countdown didukung kualitas tata produksi yang cukup apik. Dengan hanya mengambil hanya satu setting tempat, yaitu kamar apartemen saja. Interior set dan penampakan darahnya terlihat meyakinkan. Selain itu di Countdown didomonasi dua bahasa, Inggris dan Thai, untungnya para pemainnya mampu melafalkan setiap kalimat bahasa Inggris yang masih enak didengar. Jajaran cast di film ini bermain aman saya rasa, meski yang ada yang terlihat overact. Pachara Chirativat, seperti biasa terlihat ikonik. Namun kredit terbesar dari film ini berhak diberikan kepada David Asavanond, mampu menghadirkan karakter yang diawal terlihat konyol dan bersahaja namun ternyata sosok yang kejam.

Secara keseluruhan Countdown adalah sebuah sajian horror-slasher dengan pesan moral serta nuansa reliji yang menghibur dan mengasyikkan. Menyajikan adegan slasher dengan skala menengah berpadu serasi dengan komedi khas Thai plus filosofi ceritanya yang dalam dan patut untuk direnungkan tentang apa yang telah kita perbuat tahun lalu. Happy New Year!

7.5/10



No comments:

Post a Comment