January 23, 2014

The Broken Circle Breakdown (2012)

“Life is not generous.” - Elise

The Broken Circle Breakdown mengisahkan tentang sepasang suami istri; Didier Bontinck (Johan Heldenbergh) seorang pemain banjo dalam sebuah grup band dan Elise Vandelvelde (Veerle Baetens) seorang tukang tato. Mereka mempunyai anak perempuan bernama Maybelle (Nell Cattrysse), yang suatu hari diketahui telah mengidap kanker dan harus menjalani kemoterapi. Namun naas, Maybelle menghembuskan nafas terakhirnya. Mereka berdua pun harus menjalani kehidupan sehari-hari dibawah baying-bayang kelam kematian mendiang putri mereka.

Ditulis oleh Felix Van Groningen yang juga bertindak sebagai sutradaranya bersama Carl Joos, berdasarkan drama panggung yang ditulis Johan Heldenbergh  dan Mieke Dobbets. Memberikan kisah mengenai hitam putihnya sebuah hubungan percintaan suami istri. Mengupas habis tetek bengek kehidupan rumah tangga dengan segala problematika seperti masalah anak, pertengkaran, beda persepsi dll. Alur cerita The Broken Circle Breakdown bergerak dengan non-linear. Yakni bergerak maju mundur, melompat-lompat dari satu masa ke masa. Yang mana itu menariknya berjalan silih bergantian antara atmosfer bahagia dan sedih. Emosi penonton akan dibuat naik turun dengan tone ceritanya yang selang-seling itu, mampu mengontrol emosi penontonnya dengan baik. Punya momen-momen emosional yang mempermainkan perasaan. Uniknya kita tidak perlu membangun emosi kembali ketika dihadapkan pada situasi yang emosional karena adanya perubahan tone ceritanya itu, ya karena sedari awal kita memang sudah terikat dengan ceritanya. Selain mengenai hubungan drama dan romansa kehidupan mereka. The Broken Circle Breakdown Sesekali juga ceritanya merembet ke ranah agama dan politik, di menjelang akhir ceritanya tepatnya.

Beralih mengenai aspek teknisnya. Mulai dari editing ciamik tatanan Nico Leunen yang mampu menata aliran emosional setiap linimasanya tanpa harus bersusah-susah membangun emosi kembali. Juga sinematografi arahan Ruben Impens yang memberikan gambar-gambar cantik. Lalu film yang menjadi perwakilan Belgia di ajang Oscar tahun ini untuk Best Foreign Language yang akhirnya dinominasikan ini juga punya scoring music-nya juga mampu mengawal emosi penontonnya tanpa harus tampil terlalu melankolis maupun berlebihan. Dan yang paling menarik adalah balutan soundtrack-soundtrack memanjakan teliga dari musik bluegrass – sejenis musik country gitu – yang setia mengiringi pergerakan The Broken Circle Breakdown dalam durasi kurang dari dua jam durasinya. Divisi akting, Johan Heldenbergh bermain dengan sangat baik kalem diawal namun meledak-ledak di akhir sebagai seorang suami yang begitu mencintai istrinya. Klimaksnya adalah ketika pidato setelah konser itu. Veerli Baetens begitu juga bermain dengan bagus, berperan sebagai seorang ibu rentan dengan tato-tato eksotis ditubuhnya. Chemistry mereka berdua terjalin sangat kuat, masing-masing mampu menghidupkan karakter dan hubungan antara karakter yang mereka perankan.

Secara keseluruhan The Broken Circle Breakdown adalah sebuah film drama yang bagus. Felix Van Groningen sang sutradara mampu menyughkan sebuah film dengan penceritaannya yang begitu emosional mengenai pahit manisnya hubungan percintaan suami istri yang dikemas dengan alur non-linear yang rapi dalam durasi 111 menitnya. Apalagi ditambah dengan penampilan dan akting terbaik dari dua pemeran utamanya; Johan Heldenbergh dan Veerle Baetens.

8/10


No comments:

Post a Comment